Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Peristiwa Sekitar

Anak Muda: Harus Kreatif

 Anak muda identik dengan perubahan, tentu yang kreatif dan inovatif. Hal ini, yang perlu diperhatikan oleh siapa saja yang merasa dirinya kaum muda yang tidak ditentukan oleh usia.  Tulisan ini berangkat dari keterlibatan anak Muda Boawae yang tergabung dalam Pondok Baca Mataleza. Di tengah keadaan yang belum membaik, menurut data yang beredar di media massa daring dan cetak. Angka COVID-19 yang kadang melonjak dan menurun, beda tipis.  Di sini ada sebuah usaha untuk membangkitkan semangat dari orang muda untuk membuat sesuatu, yang sebenarnya sudah banyak dilakukan oleh orang-orang muda di luar sana. Tetapi, kegiatan semacam ini belum banyak terjadi di Boawae dan melibatkan banyak orang.  Melalui pendekatan dengan kepala wilayah pemerintah Boawae, Bapak camat, maka ruang ini diberikan. Halaman kantor camat Boawae menjadi titik kumpul kegiatan. Selain itu, stimulus juga datang dari Paman Stanis dan Paman Rein Djemu dan teman-teman yang merelakan sebagian waktunya un...

Oktober dan Pertemuan-pertemuan

Oleh: Fian N Daun sudah pasti gugur ketika waktunya untuk menikmati hidup sudah berakhir tetapi bukan berarti ia tak perlu dikenang lagi. Sebab, ia adalah cerminan tabah dari manusia, yang selalu siaga meski diterpa angin, sepoi maupun kencang. Seperti hidup manusia itu sendiri. Bertahan di tengah keadaan yang kadang memunculkan banyak sekali tanda tanya, apakah hidupku akan berakhir sampai di sini? Atau akan terus berlanjut agar bisa melewati sisa badai ini?  Oktober tahun ini, untuk aku, adalah badai itu sendiri. Bukan karena terpaksa aku mengatakan ini tetapi fakta yang berbicara, tanpa harus ada data yang akurat, aku sudah dan bahkan sedang mengalami ini. Aku juga adalah daun, yang selalu dimainkan angin tanpa arah. Dalam sabar yang terukur, aku bersyukur masih dipercayai semesta untuk bertahan entah sampai kapan.  Pertemuan-pertemuan sederhana tanpa rencana, yang tak harus aku sertakan di sini, adalah kesempatan yang sungguh amat baik untuk aku. Aku didorong untuk selangk...

Ini Bukan Kita-kiat Menulis yang Baik

Foto: Edon Spartan (Osin Gili & Fian N: dalam sebuah kesempatan untuk berbagi dan berdiskusi buku "Ada Rumah Dalam Tubuhku " yang didukung oleh Komunitas Pondok Baca Mataleza)  Halo, kak. Setiap kali membaca tulisan kaka, saya terinspirasi untuk bisa menulis tetapi saya selalu gagal dalam menulis. Saya kehilangan kata-kata atau kehilangan ide. Bagaimana caranya kak agar bisa menulis?  Saya mau bilang begini, pertanyaan di atas itu sudah menunjukkan bahwa ade bisa menulis. Sudah berani bertanya dari kekurangan (yang mungkin diadakan begitu). Terima kasih sudah bertanya dan mau memilih (menjadi) menulis sebagai teman diskusi. Sebab, saya sering katakan, bahwa menulis adalah cara saya berdiskusi. Dan tulisan berikut ini adalah sebuah jawaban paling buruk atas pertanyaan di atas. Sebab, saya selalu gagal dalam hal apa saja.  Ya, menulis itu mudah tapi sulit untuk kita yang belum terbiasa. Setelah terbiasa pun makin dan bahkan lebih sulit dari yang dibayangkan sebelumnya....

Menjadi Pemimpi Bisa, Menjadi Pemimpin Bisa?

  Gambar: Kunjungan Bupati Nagekeo, dr. Don, di SDK Boawae. Gambar ini saya ambil dari FB kepala sekolah SDK Boawae, Ibu Ros Sada.  (Terlihat jelas, sebagai seorang pemimpin yang adalah dokter, beliau tahu harus berbuat apa)  Apakah ada pemimpin yang seperti kami idam-idamkan? Iksan Skuter Saya membuka tulisan ini dengan mengutip lirik lagu   Pemimpin karya dari seorang penyanyi Indonesia yang tentunya sudah banyak dikenal oleh para aktivis maupun oleh siapa saja yang menyebut dirinya generasi melawan. Mengapa? Karena hampir semua lagu yang diciptakan dan dinyanyikan Iksan Skuter adalah lagu-lagu perlawanan. Kita tahu Iwan Fals , Akhadi Wira Satriaji  atau yang kita kenal dengan nama panggung Kaka Slank, tapi kita juga harus tahu penyanyi yang satu ini, Iksan Skuter. Bagi yang belum tahu, silakan cari saja di mesin pencarian internet, dengar dan renungkan, lalu bertindaklah, jika memang harus. Pada kesempatan ini, saya coba bermain-main dengan imaji...

Inerie: Ada Apa?

Gambar: Fian N Halo, Teman-teman salam jumpa. Salam kebajikan. Semoga selalu dalam keadaan yang baik, tetap sehat dan tetap semangat menjalani rutinitas. Oh, ya pada kesempatan yang luar biasa ini, saya akan membagikan sedikit cerita tentang perjalanan pulang dari Kampung Gurusina-Jerebuu menuju Olakile-Boawae. Cerita ini bukan cerita yang luar biasa asyik, tapi sekadar basa-basi klasik yang biasa saja yakni, tentang rekam jejak potret Gunung Inerie.  Ok, sebelum melangkah lebih jauh, saya akan gambarkan sedikit tentang Gunung Inerie itu sendiri yang saya ambil di Wikipedia.  Gunung Inierie adalah gunung stratovolcano yang terletak di bagian selatan Pulau Flores, tepatnya di Kecamatan Ineria, yang baru dimekarkan menjadi kecamatan beberapa waktu yang lalu, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Gunung Inierie adalah gunung berapi terbesar di Pulau Flores, puncak gunung ini merupakan titik tertinggi di Pulau Flores. Itu sedikit catatan singkat tentang Gunung ...

Pater Dr. Alfons Betan, SVD: Ekseget Tenang

 Gambar: Facebook Oleh: Reinard L. Meo Tidak seperti beberapa dosen lain di #STFKLedalero, Alfons Betan sama sekali tak mencolok. Dia bicara seperlunya. Terlibat dalam ragam kegiatan dalam komunitas Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero juga seperlunya. dia tertib masuk kelas. Dia sangat terukur dalam bawakan kuliah. Amat minim dalam improvisasi -- mungkin karena dia paham, kadang improvisasi itu mengaburkan substansi materi. Alfons seorang ekseget: sebutan bagi mereka yang menaruh konsen pada eksegese -- semacam ilmu tafsir Kitab Suci. Eksegese yang Alfons beri, kadang tidak asyik. Datar dan sangat jarang mengundang tawa -- mungkin karena dia paham, studi Kitab Suci pada dasarnya menuntut keseriusan. Sebagai pembimbing skripsi, Alfons bukan lagi cukup, tapi amat diminati. Jika ingin jujur, Alfons diminati bukan karena banyak mahasiswi/a yang tertarik pada eksegese, tapi karena Alfons dosen pembimbing yang baik. Dan tidak suka bikin repot. Tidak suka bikin repot itu ialah ini: maha...

PKI, itu Hantu?

Sumber: jurnalgaya.pikiran-rakyat.com Tahun 1995 tepat di tanggal 3 Desember, saya menangis untuk pertama kalinya. Lahir setelah sekian tahun negeri ini dihantui sebuah sejarah kelam yang terus dipelihara oleh negara tanpa ada titik terang. Apakah pantas, saya menulis sejarah kelam ini? Apakah boleh saya mendeskripsikan sejarah ini dari kaca mata masa kini? Apakah tidak ada ketakutan jika saya menulis ini? Cukup, film-film berlatarbelakang PKI yang dilarang putar. Seminar-seminar tentang sejarah kelam 1965 itu yang dilarang untuk diseminarkan. Buku-buku berbau PKI dilarang diedarkan ke toko-toko buku dan ke perpustakaan-perpustakaan sekolah dan kampus. Cukup sudah negara mewariskan sejarah kelam ini. Jangan sampai generasi selanjutnya terus dihantui oleh pola pikir yang sesat, tanpa penjelasan yang akurat. Catatan sejarah kelam ini terus diingatkan setiap September akan segera berakhir. Sejarah yang dikenal dengan sebutan anyar G30SPKI.  Sampai hari ini, masih banyak pertanyaan ata...

Di Hape, Saya Menulis Beberapa Kesibukan yang Sering Bercokol di Kepala

Gambar: Dokpri Sudah menjadi kebiasaan menulis di Hape, entah itu tulisan yang serius- yang butuh konsentrasi dan ketenangan, serta menulis hal-hal sederhana yang bisa ditulis dalam keadaan apa pun. Hal ini, saya lakukan sudah lama, lama sekali walaupun ada notebook sampai akhirnya tidak punya notebook, hape menjadi teman saya untuk mencurahkan segala kesibukan di kepala.  Ada pengalaman-pengalaman suka dan duka yang sering saya tuliskan, dalam waktu yang bersamaan saya langsung membagikan tulisan itu melalui media sosial, FB, IG dan Blog. Setelah memosting tulisan di media sosial bukan  berarti titik kesibukan itu berakhir.  Setelah menyelesaikan satu kesibukan maka beribu kesibukan datang beriringan bagai barisan para penuntut keadilan di negeri darurat kemanusiaan dalam sebuah kesempatan yang janggal. Di mana, ada sebagian sejarah yang dijarah dan dilenyapkan secara diam-diam. Petinggi negeri tak sadar bahwa, ingatan akan sejarah kelam, tak akan lekang oleh tameng apa ...

Mataleza terbit di Watuzape (Summer Camp 2020, Riung)

Gambar: Dokpri (Sebagian tim Pondok Baca Mataleza saat mengikuti Summer Camp di Watuzape, Riung)  Jika hidup adalah sebuah perjalanan, maka berjalanlah lebih jauh, siapa tahu Anda tersesat, kan enak to? Ini dan kutipan di atas adalah tentang kisah perjalanan kami yang tentunya bukan hanya saya, ada mereka. Kami berjalan dengan sebuah rencana, menemukan kenangan dan menciptakan kangen. Semua akibat pasti ada sebab, dan kami adalah kumpulan dari sekian banyak saya. Kami menamakan semua itu Mataleza. Mataleza bukan sekadar nama melainkan roh yang mampu menghimpun kegilaan kami. Dari sekian banyak kegilaan itu, kami punya kesamaan, mencintai keberlainan yang datang dari diri kami masing-masing. Enak Juga Baca Ini: tuhan dan ciuman Di sini, dari sekian banyak saya itu, kami menciptakan ruang persaudaraan dalam perbedaan pendapat. Saya sering katakan kepada teman-teman, bahwa di Pondok Baca Mataleza akan menjadi tempat kita barter ide. Apa pun ide atau pendapat yang dib...

SMA Fransiskus Xaverius: MPLS dan Protokol Kesehatan

Gambar: Dokpri (Tes suhu di gerbang masuk SMAS ST Fransiskus Xaverius-Boawae)  Dunia pendidikan akhir-akhir ini dipenuhi dilema, antara full day di sekolah atau belajar dalam jaringan dari rumah. Semua pilihan, menuai risiko. Di sekolah, dengan mudah proses penyebaran Covid-19 akan meningkat sedangkan bila belajar dalam jaringan, orang tua harus merelakan anak-anaknya tekun di hadapan telepon genggam, penggunaan kuota internet akan meningkat dan angka ketergantungan terhadap telepon genggam semakin tak terbendung. Tetapi, hal ini tidak mematahkan semangat anak-anak untuk mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAS ST Fransiskus Xaverius-Boawae yang terjadi pada Senin 13 Juli 2020. Himbauan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan atas himbauan Gugus Covid-19 Nasional dan daerah pun diterapkan di SMAS ST Fransiskus Xaverius-Boawae. Proses penyebaran tidak akan terjadi jika protokol kesehatan tetap jadi perhatian bagi semua elemen.  ...

Bapak dan Beberapa Catatan Masa Kecil Bersamanya

Gambar: Dokpri (Bapak sedang memasak minyak kelapa secara manual)  Malam Ini, Tidur Lagi di Sawah Kurang lebih sepuluh tahun silam itulah waktu terakhir kalinya saya tidur di sawah, bersama bapak, mama dan adik-adik. Pondok tanpa dinding, angin dari empat penjuru, bunyi-bunyian binatang malam dan nyanyian burung sawah, selalu merdu di kepala masa kanak-kanak saya. Kami tidak hanya sekadar tidur di sawah, kadang bapak membuat minyak kelapa dengan cara memasaknya secara manual. Kami dengan segala ketidaksabaran menanti minyak itu jadi. Selama proses pembuatan, kami di larang turun naik dari bale-bale atau sekadar jalan-jalan di sekitar tungku. Dengan keras bapak akan katakan, palagana-palagana keso cio. Zapa minya mona jadi, ke ai. Cukup begitu, masa kanak-kanak kami ciut. Mama akan diam saja. Kami pun demikian. Tapi sebenarnya bapak tidak pernah benar-benar marah. Di saat itu, wangian kelapa matang sebelum masak jadi minyak, memenuhi pondok. Benar-benar menggugah selera. Ka...

Siapakah Saya (?)

Gambar: Dokpri Sebagian orang memanggil saya Figo. Entah dari mana muncul nama itu, kelak Anda yang belum tahu akan menemukannya di sini seiring berjalannya waktu. Bukannya kikir atau sombong tidak mau jujur padamu tetapi saya hanya mau buat rasa penasaran Anda itu terus bertambah setiap waktunya. Sebagian lagi memanggil saya Fian N, itu hingga saat ini. Sama, saya akan tambahkan rasa penasaran Anda setiap harinya. Ya, kalau tidak penasaran, berarti tebakan saya salah. Ya, tidak apa-apa lah. Di rumah ini, saya akan dipanggil dua nama itu bagi Anda yang datang bertamu walau sesaat atau ingin berlama-lama. Saya belum punya tungku api tetapi saya akan suguhkan pada Anda sarapan ala kadar yang bisa saja memabukkan, buat Anda baper tak karuan. Dengan menulis, saya akan menceritakan dunia ide saya yang belum terstruktur rapi lagi baik. Saya biarkan isi kepala saya muncrat kapan saja. Hahaha, kalau dia su muncrat, siap-siap, Anda akan kena muncrat ini. Dan, akhir-akhir ini, say...

Pondok Baca Mataleza: Kami Mulai Dari Mimpi (Part I)

Gambar: Dokpri Pondok Baca Mataleza Tidak perlu menunggu tidur jika hanya untuk bermimpi (Fian N) Satu minggu sebelum seluruh aktivitas di luar rumah dibatasi, kami (sebut saja: Fian N, Thomi, dan Zeno) telah merencanakan untuk hadirkan komunitas baca di Boawae, Olakile Khususnya. Percakapan kami dimulai dengan pertanyaan dari saudara Zeno melalui mesengger. “Ame, di lemari ada buku apa saja?” tanya Zeno. “Saya buku politik tidak banyak, Ame.” Saya yakin dan menduga bahwa pertanyaan itu merujuk pada buku politik. Saya menebak saja, bahwa jiwa anak muda itu jiwa politik. Dan ternyata dugaan saya itu salah. “Tidak, ame. Saya ni punya semangat mau dorong ame untuk buka taman baca di Boawae la.” Dipenuhi rasa kaget, saya sedang merangkai kembali mimpi. Mimpi yang pernah saya impikan saat sedang menghabiskan rasa malas di kursi kuliah. Tanpa menunggu lama, saya pun menjawab. “Kapan kita kumpul, ame?” Selasa pun tiba, kami berkumpul. Merencanakan dengan segala ide yang tak segan-sega...

Teka-teki di Balik Penambahan Emoticon di Facebook

ilustrasi: Om Google Hallo, Sahabat catatanalfianus, apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan yang sehat. Salam jumpa, salam sayang. Saya harap, semua kita masih betah untuk selalu #dirumahsaja. Saya juga berharap semoga rasa penasaran Anda tetntang sesuatu yang terjadi di luar sana, tetap tumbuh aman dan selow , biarkan saya yang menuntaskan rasa penasaran Anda melalui omong-kosong sederhana di bawah ini. Para Sahabat catatanalfianus masih ingat tulisan tentang Syukur ada Facebook? Kalau masih ingat, syukurlah, kalau tidak silakan baca di sini  Facebook dan Kenangan . Dan pada kesempatan ini, saya juga menulis lagi untuk para facebookers di tengah pandemi Covid-19. Saya hadirkan teka-teki di balik penambahan emoticon di Fcebook. Saya akan memulainya dengan sebuah pertanyaan, berapa banyak sumbangan yang diberikan oleh lord Mark Eliot Zuckberg bagi para medis dan juga masyarakat yang mendapatkan dampak dari Covid-19? Oke, secara finansial, lord Marck Eliot Zuckberg seb...

Ada yang Aneh dengan Me Bhada

Ilustrasi: Dokpri (Anak-anak sedang bermain dan mandi di Me Bhada)  Halo, Teman-teman semoga masih dalam keadaan yang segar bugar di tengah mewabahnya Covid-19. Jangan lupa agar selalu patuhi himbauan pemerintah agar tetap  #dirumahsaja Ok, kesempatan kali ini saya hadir kembali melalui tulisan yang sudah pernah ditayangkan di  tabeite.com  dan saya mau berbagi kembali kepada Anda melalui Catatn Alfianus yang mungkin dalam beberapa waktu ke depan akan menjadi teman bagi Anda selama di rumah saja. Yuk, silakan simak tulisan di bawah ini. Semoga Anda tetap nyaman dan selalu santuyy. Me Bhada itu di mana le? Me Bhada itu bagus? Me Bhada itu nama tempat atau manusia? Membaca judul sederhana ini, kepalamu mungkin akan dipenuhi beragam pertanyaan. Yang di dalamnya ada 5 W+ 1 H. Bisa jadi demikian. Pertanyaan yang sebagian sudah saya tawarkan kepadamu di awal tulisan, merupakan cara saya memantik niatmu untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang Me Bhada. ...

Seorang Bapak Ditemukan Tak Bernyawa Tanpa Pakaian

Gambar: Dokpri Kematian kadang datang mengemas di saat yang tak pernah menunggu kita kemas dengan puas. Kematian datang, kaget-kaget saja. Siap atau tidak, kita harus menerimanya. Sakit memang kalau ditinggalkan saat lagi ada sayang-sayangnya. Bagaimana tidak, kalau kehilangan ditinggalkan untuk selamanya dari orang yang kita sayang? Hal ini yang saya saksikan ketika dalam sebuah perjalanan. Kisah selengkapnya, silakan simak tulisan di bawah ini. e  Tepat jam 3:30, saya dan saudara Wili melakukan sebuah perjalanan antarkabupaten saat di mana semua orang memilih di rumah saja. Bukan kami tak dengar Negara dalam hal ini Pemerintah, tetapi ada sesuatu yang harus kami lakukan.  Kami mengendarai sepeda motor masing-masing. Menikmati perjalanan dengan penuh kenikmatan. Tidak buru-buru dan juga tidak terlalu santai. Moderat saja. Tak ada yang berubah di sepanjang perjalanan selain pohon yang ditebang demi chaya dalam rumah atau karena jalur aliran listrik dan juga ad...