Gambar: Dokpri
Kematian kadang datang mengemas di saat yang tak pernah menunggu kita kemas dengan puas. Kematian datang, kaget-kaget saja. Siap atau tidak, kita harus menerimanya. Sakit memang kalau ditinggalkan saat lagi ada sayang-sayangnya. Bagaimana tidak, kalau kehilangan ditinggalkan untuk selamanya dari orang yang kita sayang? Hal ini yang saya saksikan ketika dalam sebuah perjalanan. Kisah selengkapnya, silakan simak tulisan di bawah ini. eTepat jam 3:30, saya dan saudara Wili melakukan sebuah perjalanan antarkabupaten saat di mana semua orang memilih di rumah saja. Bukan kami tak dengar Negara dalam hal ini Pemerintah, tetapi ada sesuatu yang harus kami lakukan.
Kami mengendarai sepeda motor masing-masing. Menikmati perjalanan dengan penuh kenikmatan. Tidak buru-buru dan juga tidak terlalu santai. Moderat saja. Tak ada yang berubah di sepanjang perjalanan selain pohon yang ditebang demi chaya dalam rumah atau karena jalur aliran listrik dan juga ada pelebaran dan perbaikan jalan yang melontarkan anggaran Negara yang tidak main-main tapi hasilnya main-main saja.
Sudah, lupakan urusan itu. Sebab, perjalanan saya sore ini, meninggalkan sedih yang diam di kepala saya. Sebab, di Nangapenda, tepat di pantai Nagaboa, selatan Ende, saya dikejutkan oleh kerumunan orang banyak.
Rasa penasaran saya semakin memuncak ketika mendekat tempat kejadian kurang lebih 20 m dari jarak pandang mata saya. Lantas, saya berhenti dan matikan mesin motor, mendekati kerumunan itu.
Saya kaget bukan main, di pantai itu, seorang bapak tua tanpa pakaian ditemukan meninggal dengan cara yang mengenaskan. Ada luka baru pada kepalanya. Menurut saksi yang sempat saya tanya, bahwa si bapak itu ditemukan tak bernyawa sekitar jam 4:30. Bapak ditemukan oleh beberapa keluarga yang hendak istirahat sejenak di pinggir jalan ttapi dikejutkan oleh pemandangan yang menakutkan. Dan, saat itu ada petugas medis yang melintas jalur yang sama dan berhenti untuk segera hubungi pihak kepolisian setempat.
Untuk sementara, belum diketahui indentitas yang pasti tetang bapak tersebut.
Semoga, semua amal baiknya, diterima di hadapan Tuhan.
Sekian laporan peristiwa yang terjadi di sekitar kita.
Fian N, pejalan yang mabuk kendaraan.

Comments
Post a Comment