Dalam
dunia kehidupan ada dua macam ibu. Pertama ialah sebutan untuk
seorang perempuan yang melahirkan anaknya. Kedua ialah sebutan untuk perempuan
yang merelakan kebahagiaannya sendiri buat anak orang lain. Yang paling
istimewa adalah jika dua sifat itu bergabung menjadi dalam satu pribadi. (Arswendo Atmowiloto)
Ada yang bilang dirimu cantik. Ada yang bilang dirimu itu puisi
yang tak mampu untuk disandingkan dengan apapun. Ada yang bilang dirimu itu
bunga, yang tak pernah layu di bawah terik surya. Aku pun bilang, dirimu itu
perempuan, yang bisa menjadi seorang lelaki. Yang bisa menjadi
seperti perempuan lain tanpa harus menjadi seperti yang lain. Dengan caramu,
dengan segala yang dirimu punya.
Mama, nama yang kusebut selalu saat jauh maupun dekat. Bagiku,
berada di dekatmu adalah sebuah keharusan. Segala pedih perih hilang seketika ketika
belaian tanganmu memainkan rambutku.
Baca Juga: Jejak Kaki Siapa Itu?
Suatu hari yang jauh, dirimu hadir tetapi bukan seperti mimpi yang
tak jadi setelah pagi menjelang. Dirimu ada seperti napas yang penuh doa. Napas
yang tak pernah kusadari setiap kali terbangun dari tidur. Ada dan hidup.
Hadirkan segala kerinduanmu, hadirkan segala kehidupan penuh keteduhan. Matamu
remang yang kian rindang. Matamu rembulan yang benderang. Angin tak mampu
mengenal bahasa isyaratmu. Rambutmu akar beringin berjuntai tak beraturan.
Aku harus bagaimana
dengan semuanya itu?
Nak, mama tak perlu memberimu cara atas pertanyaanmu. Cukup mencintai salah
satu perempuan, itu mama sudah bangga padamu. Jangan sakiti dia apalagi
melukainya. Sebab, airmatanya adalah doa pada sebuah gurun yang gersang. Selepas berkata demikian, mama pergi dengan
sebuah kecupan yang masih basah pada keningku.
Boawae, 2020
Fian N, tukang masak di Pondok Baca Mataleza. Menyukai apa saja, termasuk dirimu.

Untuk mama kita
ReplyDeleteTerima kasih, guru. 🙏😇
Delete