Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Cerita

Ketika Malam di Maumere

  Ilustrasi: Pixabay Malam sudah tiba. Toko-toko menutup diri dari keramaian. Pengunjung pun mulai sepi. Karena tak ada pajangan yang sesuai. Maklum, di sini, sudah banyak orang mendedikasikan diri sebagai pemilih. Hidup materialistis tumbuh kian pesat. Orang-orang tak peduli, berapa besar pengeluaran selagi itu masih keluar dari dompet sendiri. Sedangkan yang lain, sibuk mengumpulkan botol-botol bekas, sampah plastik, yang dibuang dari tangan-tangan yang paling sampah. Baca Juga:  Rahasia Di waktu dan tempat yang lain, masih ada banyak adegan ranjang yang tak pantas. Ini adalah gambaran kita di masa kini. Saya yakin, bahwa kebiasaan ini bukan hanya terjadi di kota ini. Yang di sana dan di situ, pasti melakukan hal yang sama dengan takaran kesadaran yang berbeda. Atau, mungkin saya salah menduga? *** Ibu baru selesai menyiapkan sarapan pagi untuk ayah dan adik. Saya selalu menyiapkan sarapan pagi sendiri. Ibu tahu akan tugasnya. Menjadi istri dan menjadi ibu. Seringkali ...

Rahasia

  Ilustrasi: Pixabay Dalam diri kita terdapat rahasia. Yang tak dapat diungkap dengan kata. Semua diselami dengan penuh rasa. Antara hampa dan gundah-gulana. Sebab, semakin mencari pun yang hadir adalah tanya pada sesuatu yang baru dan yang tak terselami akal. Siang yang hampir padam dan senja yang kini tersisa pada dasar gelas adalah ampas yang impas setelah bibir kita bertukar kabar pada jumpa pertama. Selamat sore, Pagi. Sapaku padamu yang sedang menunggu kedatanganku sebelum kejadian di atas. Kamu Sore, kan? Pagi bertanya penuh penasaran. Kita masih menyisakan tanya pada kepala dengan beraneka pertanyaan yang hampir meledak dan ingin keluar dari dalam. Ada yang ingin ditanyakan dan ada yang sedang menunggu jawaban. Ada yang sudah siap menerima dan berharap agar ada yang segera memberi. Ada banyak teka-teki yang tak mudah menemukan jawabannya. Terkadang kepala tiba-tiba penuh dengan cacian dan makian. Baca Juga:  Rumah Yang Teriak Minta Tolong Hidup kadang menawarkan ...

Di mana Letak Kota Ibu Tinggal?

Ilustrasi: bali.ekspress.jawapos.com Jauh sebelum kepergian suaminya, ibu memilih pergi ke kota. Tinggalkan segala kenangan masa lalunya. Memilih kehidupan baru. Memilih suasana yang lain sama sekali. Mungkin bisa bertemu orang-orang baru yang tak dikenalnya. Orang-orang yang asalnya tak pernah ibu ketahui. Apakah ibu bisa menerima mereka semua? Apakah ibu tidak merasa asing di antara mereka yang datang? Sebelum ke kota Setiap kali pagi bangun dari tidurnya, ibu sudah di dapur. Menanak nasi untuk saya sarapan sebelum ke sekolah. Kalau beras tidak ada, biasanya ibu memasak bhabhu mamu. [1] Bapak sudah lebih dulu ke sawah setelah bangun dari tidur dan membuat kopinya sendiri. Bapak tidak pernah memaksa ibu bangun sepagi dirinya. Kata nenek, bapak sangat peduli terhadap ibu. Bapak tidak akan pernah membangunkan ibu meski jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Sedangkan nenek sudah berada di belakang rumah, tepatnya di bawah pohon kemiri yang diapiti beberapa pohon kopi. Nenek memi...

Hari Sudah Sore, Kau Belum Juga Datang (Sebuah Dongeng Dari Negeri Yang Asing)

Ilustrasi: citangkolo.net Mungkin, dirimu sedang berpikir bahwa aku menulis sesuatu tentangmu di sore ini. Bukan itu yang sedang aku pikirkan. Mungkin juga, pikirmu itu benar tapi tak seutuhnya tentangmu. Ini tentang segala hiruk-pikuk yang sudah dan sedang terjadi di akhir-akhir ini. Ah, aku ini sedang menulis atau sedang menjelaskan? Apakah aku sudah terlalu miskin dalam menulis? Atau, aku akan bosan ketika berhadapan dengan jenis tulisan ini! Bisa jadi demikian! Aku pun pergi dan aku yang lain masih bertanya-tanya. Pertanyaan-pertanyaan itu terkadang membentur segala sesuatu yang ada di hadapannya. Tak peduli sekeras apa yang akan ditabraknya. Sebab, pertanyaan itu seperti hidup. Hidup yang sedang dijalani akan tetap begitu adanya jika tak ada yang berani mendobrak segala sesuatu yang berada di jalur yang tak benar. Tugas kita dan manusia yang lain adalah membuat hidup itu menjadi lebih mapan. Kejadian-kejadian di akhir-akhir ini, terkadang tinggalkan duka pun segala pilu yang p...

Mama

  Gambar: mediaputrabhayangkara.com Dalam dunia kehidupan ada dua macam ibu. Pertama ialah sebutan unt u k seorang perempuan yang melahirkan anaknya. Kedua ialah sebutan untuk perempuan yang merelakan kebahagiaannya sendiri buat anak orang lain. Yang paling istimewa adalah jika dua sifat itu bergabung menjadi dalam satu pribadi. (Arswendo Atmowiloto) Ada yang bilang dirimu cantik. Ada yang bilang dirimu itu puisi yang tak mampu untuk disandingkan dengan apapun. Ada yang bilang dirimu itu bunga, yang tak pernah layu di bawah terik surya. Aku pun bilang, dirimu itu perempuan , y ang bisa menjadi seorang lelaki. Yang bisa menjadi seperti perempuan lain tanpa harus menjadi seperti yang lain. Dengan caramu, dengan segala yang dirimu punya. Mama, nama yang kusebut selalu saat jauh maupun dekat. Bagiku, berada di dekatmu adalah sebuah keharusan. Segala pedih perih hilang seketika ketika belaian tanganmu memainkan rambutku. Baca Juga:  Jejak Kaki Siapa Itu? Suatu hari yang ja...

Rumah Yang Teriak Minta Tolong

Ilustrasi: Pixabay Rumah itu sunyi. Ia sembunyi dari keramaian sendiri. Segala perabotannya dibuat dari masa lalu. Penuh dengan kebaikan dan disesaki masalah. Atapnya dari ilalang ingatan. Fondasinya dibuat dari kaki-kaki juang yang sebagian jalang. Semuanya lengkap dengan kesakitan dan kesehatan. Seluruh penghuninya penuh dengan bualan-bualan yang dipaksakan. Semua diberikan sekat-sekat yang teratur.  Setiap pagi, halamannya dipenuhi sampah yang meluap dari got yang datang dari luar pagar. Atapnya ditetesi embun malam yang subuh. Di dapur, ada wangian bumbu nasi goreng yang sedikit hangus. Di meja makan, piring, sendok, dan gelas sedang menunggu pelukan hangat kekenyangan. Semua rapi dan tampak berisi. Lemari dingin penuh dengan kangen dan ciuman, agar selalu awet dan tetap segar, bugar. Buah apel yang dimakan Hawa, ada di dalamnya. Daging domba sisa bakaran oleh Abraham untuk Tuhan pun ada di dalam lemari pendingin.  Setelah siang selesai, sore datang tergesa-gesa. Musi...

Pesan Ayah

Ilustrasi: Pixabay Senja di tanggal akhir bulan juni. Mentari perlahan tenggelam ditemani hujan kecil yang turun bersama kabut yang kian mengepul, yang membuat aku menggeserkan tubuhku sedikit lebih dekat dengan api yang sedari tadi masih menyala. Ya, kedinginan itu hanya bisa diimbangi dengan kehangatan dari setiap kayu yang menyala yang sebentar lagi berubah menjadi arang. “Nak, hidup ini susah,” kata ayah memecahkan keheningan yang menguasai kami di senja yang dingin itu. “Apakah kamu ingin merubah bangsa ini?” tanyanya lagi. Aku terdiam mendengar pertanyaan ayah. Pertanyaan singkat namun memiliki arti yang sangat mendalam. Diamku bukan karena aku tak bisa menjawab pertanyaannya tetapi karena bagiku mungkin pertanyaan yang ia berikan kepadaku terlalu cepat mengingat aku baru saja duduk di bangku kelas tiga sekolah menengah atas. Harus kuakui bahwa aku belum terlalu mengerti makna pertanyaan yang ia berikan kepadaku. Enak Juga Baca Ini: Kehilangan Yang Tak Tergantikan Ak...

Kehilangan Yang Tak Tergantikan

Ilustrasi: Pixabay Namaku Martina Syukur. Orang biasa memanggilku Tina. Terlahir dari keluarga yang cukup berada dengan penghasilan yang bisa dibilang cukup, membuat aku merasa tak pernah berkekurangan. Semua kebutuhanku selalu terpenuhi. Aku juga memiliki saudara tetapi bukan sedarah. Namanya Tini. Dia adalah gadis kecil yang diadopsi oleh bapak dan mama dari sebuah panti asuhan setahun sebelum aku dilahirkan. Dari mana asalnya, aku tak tahu karena memang aku tak pernah bertanya atau mencari tahu tentang keluarganya. Walaupun kami bukan sedarah, tetapi kami selalu seperti sedarah. Tini adalah kakak yang baik dan bijaksana. Ya, semuanya itu mungkin karena setiap kebutuhan kami selalu dipenuhi sehingga kami tidak pernah merasa iri antara satu dengan yang lainnya. Asyik Juga Baca Ini: Untuk Yang Dikenang Namun kekayaan dan harta benda yang kami miliki tidak menjamin terpenuhnya semua kebutuhan yang lainnya. Saat aku berusia 17 tahun, aku mengalami kecelakaan yang hampir mereng...