Tidak perlu menunggu tidur jika hanya untuk bermimpi (Fian N)Satu minggu sebelum seluruh aktivitas di luar rumah dibatasi, kami (sebut saja: Fian N, Thomi, dan Zeno) telah merencanakan untuk hadirkan komunitas baca di Boawae, Olakile Khususnya. Percakapan kami dimulai dengan pertanyaan dari saudara Zeno melalui mesengger. “Ame, di lemari ada buku apa saja?” tanya Zeno. “Saya buku politik tidak banyak, Ame.” Saya yakin dan menduga bahwa pertanyaan itu merujuk pada buku politik. Saya menebak saja, bahwa jiwa anak muda itu jiwa politik. Dan ternyata dugaan saya itu salah. “Tidak, ame. Saya ni punya semangat mau dorong ame untuk buka taman baca di Boawae la.” Dipenuhi rasa kaget, saya sedang merangkai kembali mimpi. Mimpi yang pernah saya impikan saat sedang menghabiskan rasa malas di kursi kuliah. Tanpa menunggu lama, saya pun menjawab. “Kapan kita kumpul, ame?”
Selasa pun tiba, kami berkumpul. Merencanakan dengan segala ide yang tak segan-segan penuhi kepala kami. Saya keluarkan semua buku-buku dari kamar. Tomi dan Zeno kaget. “Kami tidak berpikir kalau ada buku sebanyak ini,” sahut Tomi yang sedang mengamati saya. Setelah buku dikeluarkan, kami memikirkan nama untuk sebuah keanehan ini.
Tanpa menunggu lama, kami sepakat untuk memberi nama komunitas literasi ini, Pondok Baca Mataleza. Dengan motto, Mange Mai, bo'o tosi. Jika diterjemahkan, Mataleza artinya Matahari dan sedangkan Mange Mai, bo'o tosi artinya datanglah saat merasa lapar, pulanglah setelah kenyang. Maksud kami adalah jika Anda butuh asupan pengetahuan, silakan datang, jika sudah memiliki sedikit dari pengetahuan itu, pergilah dan bagikan pengetahuan itu kepada siapa saja.
Kami percaya, buku bisa mengubah cara pandang siapa saja tentang hidup ini. Buku bukan hanya jendela dunia tetapi bisa menerbangkan imajinasi Anda untuk berkelana dalam dunia yang kompleks ini. Jika Anda tidak punya kesempatan mengelilingi dunia,ambilah buku dan bacalah. Di sana, Anda akan menemukan beragam manusia dan segala kehidupan sosial, politi, agama, adat, kebiasaan dan budaya yang memperarat rasa kemanusiaan dan juga antarsesama.
Untuk itu, jika Anda tidak percaya, coba ambilah buku yang paling Anda sukai, buka dan bacalah. Saya pastikan bahwa Anda akan tersenyum dan tertawa lepas. Di saat itulah, Anda sedang menjerumuskan diri Anda ke dalam dunia yang sebenarnya tidak asing dan tidak jauh dari dirimu meskipun buku itu ditulis oleh orang yang mungkin tidak Anda kenal sebelumya.
Sampai di sini, kami masih dan sedang bermimpi. Semoga, mimpi-mimpi ini menjadi kenyataan.
Tidak perlu menunggu sesuatu yang istimewa agar bisa dibagikan. Kita mulai dari hal-hal sederhana dengan cinta yang penuh kesadaran. Kami, manusia aneh yang ingin berbagi dari segala kekurangan. Dari kampung yang tidak kampungan, kami mulai perjalanan ini melalui Pondok Baca Mataleza. Namun, keterbatasan akses buku, itu yang kami alami saat ini. Jika sama saudara dan para sahabat kenalan mau berbagi kebaikan kepada kami, dengan senang hati kami siap menerimanya dan menjaga api kepercayaan itu.
Silakan kontak kami dan ini alamat kami:
Alamat: Pondok Baca Mataleza
Kelurahan Olakile
Kecamatan: Boawae
Kabupaten: Nagekeo
Provinsi: Nusa Tenggara Timur
Kode Pos: 86462
Nama: Fian N
No HP: 082144147587
(Bersambung. Nantikan kisah selanjutnya dari kami)

Doa. Luar biasa skali le. .. Saya baca ini langsung tersulut le.
ReplyDeleteSemangat ame. Harus bisa le
DeleteMantap aji
ReplyDeleteTerima kasih kaka. Saya nantikan sumbangan buku untuk kami. 🙏🙏
DeleteLuar biasa kae... Sukses untuk Mataleza...
ReplyDeleteMakasih, aji. Kalau ada buku layak baca, bisa donasikan utk kami. 🙏🙏
Delete😇😇😇
ReplyDeleteTerima kasih
Delete