Skip to main content

Menjadi Pemimpi Bisa, Menjadi Pemimpin Bisa?

 

Gambar: Kunjungan Bupati Nagekeo, dr. Don, di SDK Boawae. Gambar ini saya ambil dari FB kepala sekolah SDK Boawae, Ibu Ros Sada. 
(Terlihat jelas, sebagai seorang pemimpin yang adalah dokter, beliau tahu harus berbuat apa) 

Apakah ada pemimpin yang seperti kami idam-idamkan?

Iksan Skuter

Saya membuka tulisan ini dengan mengutip lirik lagu  Pemimpin karya dari seorang penyanyi Indonesia yang tentunya sudah banyak dikenal oleh para aktivis maupun oleh siapa saja yang menyebut dirinya generasi melawan. Mengapa? Karena hampir semua lagu yang diciptakan dan dinyanyikan Iksan Skuter adalah lagu-lagu perlawanan. Kita tahu Iwan Fals, Akhadi Wira Satriaji atau yang kita kenal dengan nama panggung Kaka Slank, tapi kita juga harus tahu penyanyi yang satu ini, Iksan Skuter. Bagi yang belum tahu, silakan cari saja di mesin pencarian internet, dengar dan renungkan, lalu bertindaklah, jika memang harus.

Pada kesempatan ini, saya coba bermain-main dengan imajinasi saya, jika ada pendapat pendukung, akan saya sertakan juga di kemudian hari. Bukan karena saya tidak konsisten tetapi karena media yang saya gunakan ini, saya gunakan sebagai bentuk pelampiasan hasrat. Hasrat yang saya maksudkan di sini adalah segala sesuatu yang ada di kepala yang tidak tahu jalan keluar dan melalui apa saya harus keluarkan itu. Nah, kebetulan saya punya buku harian digital. Saya bisa menulis kapan dan di mana saja jika masih terhubung dengan internet. Saya juga bisa mengeditnya kapan saja jika mau. Bisa juga saya tambahkan dan bisa juga dikurangi atau bahkan dihilangkan. Itulah cita-cita saya sejak awal membuat blog ini. Menulis dan berbagi, sebab itulah cara saya berdiskusi dengan diri sendiri. Jika ada yang ingin nimbrung dan merespon tulisan saya, silakan, ada kolom komentar di blog ini.

Baca Juga: Di mana Letak Kota Ibu Tinggal?

Oke, kembali kepada pokok atau titik risalah yang ingin disampaikan pada kesempatan ini yakni, berbicara tentang pemimpi dan pemimpin. Menurut KBBI, kata pemimpi berarti orang yang suka bermimpi meskipun tidak tidur. Atau, orang yang suka menghayal. Bukan khayalan tingkat tinggi seperti yang dinyanyikan Ariel Noah. Merunut pada arti yang terdapat di KBBI, saya katakan begini, jangan menunggu tidur agar bisa bermimpi. Tetapi, bermimpilah agar bisa tidur dan bisa bangun dari mimpimu itu. Itu menurut saya. Wajar, karena saya memiliki keterbatasan akses pengetahuan.

Selanjutnya kita lihat pemimpin. Masih dari KBBI, pemimpin itu adalah orang yang memimpin. Intinya memimpin. Entah yang dipimpin itu adalah sebuah komunitas terkecil dan bahkan sampai pada sebuah komunitas terbesar, negara misalnya. Ambil contoh di Kabupaten Nagekeo, ada seorang bupati meskipun ia adalah seorang lelaki (hahaha), dr. Johanes Don Bosco Do  namanya.

Dari pemimpi dan pemimpin kita tahu, dua hal itu tidak bisa diceraikan. Dua pasangan ini harus hidup serumah bisa juga seranjang. Pemimpin bisa lahir dari seroang pemimpi. Dr. Don, yang sekarang adalah seorang bupati kabupaten Nagekeo, saya bisa meyakini bahwa beliau dulu pasti punya mimpi untuk menjadi seorang bupati. Makanya, beliau tidak berhenti pada satu kegagalan saja. Dari Ngada sampai ke Nagekeo. Saya bisa berasumsi, bahwa satu kegagalan tidak meruntuhkan satu mimpi besar seorang dr. Don yang sudah melebihi puncak Gunung Ebulobo atau seluas padang savana yang ada di kabupaten Nagekeo, mungkin juga melebihi itu.

Nah, sampai di sini, saya mempersilakan kita semua untuk memilih, menjadi pemimpi atau pemimpin? Jadi-jadi saja, asal jangan asal-asalan. Sebab, menjadi asal-asalan itu semua orang bisa. Tetapi menjadi asal-asalan yang berfaedah, tidak semua orang bisa. Seperti pemimpi dan pemimpin. Semua orang boleh bermimpi dan semua orang bisa menjadi pemimpin, tidak juga harus jadi bupati. Cukup jadi pemimpin untuk dirinya sendiri, kan bagus dan sudah sangat luar biasa.

Baca Juga: Mama

Misalnya, memimpin diri untuk menjadi seorang praktisi KKN. Bukan Kalem-Kalem Nakal ee. Tapi, saya yakin kita semua tahu praktek yang satu itu.

Jadi, ini ada kesimpulan sumbang dari saya. Menjadi pemimpi, tidak harus tidur. Menjadi pemimpin tidak harus bupati. Menjadi pemimpin yang bupati, tidak semua orang bisa. Dan, menjadi bupati, memang harus punya mimpi untuk daerah yang dipimpinnya. Bingung, kan?

Ya, ini tujuan saya menulis. Selamat menjadi pemimpi dan pemimpin. Semoga tidak tersesat pada mimpi. Selamat bermimpi bagi para (calon) pemimpin. Salam waras.

Di akhir tulisan ini, saya sertakan lirik lagu dari Iksan Skuter. Di awal tulisan judulnya Pemimpin, di akhir tulisan saya tutup dengan lagu Pemimpi.

Kita semua adalah pemimpi

Yang menikmati hidup di alam mimpi

Tak pernah hidup di alam nyata

Utopis selalu mengada-ngada

Menyanyikan lagu harapan

Seraya mengubur benih kehidupan

Merayakan pesta-pesta yang semu

Mengobarkan api terus berseteru

Pengkhianat menjual janji

Pengkhianat melarikan diri

Yang keluar dari barisan

Memakan tulang kawan

Kita hidup dibuai angan-angan

Yang lahir dari bangunan pendidikan

Kita semua sedang menuju mati

Di rumah sakit yang tanyakan administrasi

Pengkhianat menjual janji

Pengkhianat keluar barisan

Memakan tulang kawan

 

Pondok Baca Mataleza, 2020  

*Fian N, tukang masak di Pondok Baca Mataleza. Menyukai apa saja, termasuk kamu.

Comments

  1. Setelah membaca artikel ini saya menyadari bahwa saya adalah seorang pemimpi...Hahhahaa

    Terima kasih kak Fian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha kita sama. Seorang pemimpi yang selalu berharap

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tips 3 Langkah Menjadi Bodoh

  Sumber: idntimes Oke, please open the door and welcome to my house. Hallo, selamat datang di Catatanalfianus, rumah dengan menu makan pangan lokal. Jangan berharap makan enak apalagi sampai mau tambah, itu tidak ada di rumah ini, tetapi kalau mau coba, silakan, tidak ada batasan waktu atau larangan. Hallo, my dear friends, pada kesempatan ini, saya sebagai tuan rumah akan menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari kebanyakan ada di luar sana, di rumah-rumah yang ditemui. Ada banyak yang berbicara bagaimana bisa menjadi pintar, bahagia, dan bahagia, ya bahagia. Tetapi, orang lupa bahwa, saya dan mungkin termasuk kita, tentu perlu belajar untuk menjadi bodoh. Mengapa? Di dunia ini, tidak ada orang yang ingin menjadi bodoh tetapi ada banyak yang memilih terlihat bodoh di hadapan orang lain dan bahkan untuk dirinya sendiri. Itu banyak, banyak sekali di dunia yang penuh sandiwara ini. Bahkan ada banyak orang yang sok pintar di hadapan yang lain. Dan, saya teringat akan Cak Lontong,...

Pondok Baca Mataleza: Kami Mulai Dari Mimpi (Part I)

Gambar: Dokpri Pondok Baca Mataleza Tidak perlu menunggu tidur jika hanya untuk bermimpi (Fian N) Satu minggu sebelum seluruh aktivitas di luar rumah dibatasi, kami (sebut saja: Fian N, Thomi, dan Zeno) telah merencanakan untuk hadirkan komunitas baca di Boawae, Olakile Khususnya. Percakapan kami dimulai dengan pertanyaan dari saudara Zeno melalui mesengger. “Ame, di lemari ada buku apa saja?” tanya Zeno. “Saya buku politik tidak banyak, Ame.” Saya yakin dan menduga bahwa pertanyaan itu merujuk pada buku politik. Saya menebak saja, bahwa jiwa anak muda itu jiwa politik. Dan ternyata dugaan saya itu salah. “Tidak, ame. Saya ni punya semangat mau dorong ame untuk buka taman baca di Boawae la.” Dipenuhi rasa kaget, saya sedang merangkai kembali mimpi. Mimpi yang pernah saya impikan saat sedang menghabiskan rasa malas di kursi kuliah. Tanpa menunggu lama, saya pun menjawab. “Kapan kita kumpul, ame?” Selasa pun tiba, kami berkumpul. Merencanakan dengan segala ide yang tak segan-sega...

Mama

  Gambar: mediaputrabhayangkara.com Dalam dunia kehidupan ada dua macam ibu. Pertama ialah sebutan unt u k seorang perempuan yang melahirkan anaknya. Kedua ialah sebutan untuk perempuan yang merelakan kebahagiaannya sendiri buat anak orang lain. Yang paling istimewa adalah jika dua sifat itu bergabung menjadi dalam satu pribadi. (Arswendo Atmowiloto) Ada yang bilang dirimu cantik. Ada yang bilang dirimu itu puisi yang tak mampu untuk disandingkan dengan apapun. Ada yang bilang dirimu itu bunga, yang tak pernah layu di bawah terik surya. Aku pun bilang, dirimu itu perempuan , y ang bisa menjadi seorang lelaki. Yang bisa menjadi seperti perempuan lain tanpa harus menjadi seperti yang lain. Dengan caramu, dengan segala yang dirimu punya. Mama, nama yang kusebut selalu saat jauh maupun dekat. Bagiku, berada di dekatmu adalah sebuah keharusan. Segala pedih perih hilang seketika ketika belaian tanganmu memainkan rambutku. Baca Juga:  Jejak Kaki Siapa Itu? Suatu hari yang ja...