Apakah ada pemimpin
yang seperti kami idam-idamkan?
Saya membuka
tulisan ini dengan mengutip lirik lagu Pemimpin karya dari seorang penyanyi
Indonesia yang tentunya sudah banyak dikenal oleh para aktivis maupun oleh
siapa saja yang menyebut dirinya generasi melawan.
Mengapa? Karena hampir semua lagu yang diciptakan dan dinyanyikan Iksan
Skuter adalah lagu-lagu perlawanan. Kita tahu Iwan Fals, Akhadi Wira Satriaji atau yang kita kenal dengan nama panggung Kaka Slank,
tapi kita juga harus tahu penyanyi yang satu ini, Iksan Skuter. Bagi yang belum
tahu, silakan cari saja di mesin pencarian internet, dengar dan renungkan, lalu
bertindaklah, jika memang harus.
Pada kesempatan
ini, saya coba bermain-main dengan imajinasi saya, jika ada pendapat pendukung,
akan saya sertakan juga di kemudian hari. Bukan karena saya tidak konsisten
tetapi karena media yang saya gunakan ini, saya gunakan sebagai
bentuk pelampiasan hasrat. Hasrat yang saya maksudkan di sini adalah segala
sesuatu yang ada di kepala yang tidak tahu jalan keluar dan melalui apa
saya harus keluarkan itu. Nah, kebetulan saya punya buku harian digital. Saya bisa
menulis kapan dan di mana saja jika masih terhubung dengan internet. Saya juga
bisa mengeditnya kapan saja jika mau. Bisa juga saya tambahkan dan bisa juga
dikurangi atau bahkan dihilangkan. Itulah cita-cita saya sejak awal membuat
blog ini. Menulis dan berbagi, sebab itulah cara saya berdiskusi dengan diri
sendiri. Jika ada yang ingin nimbrung dan merespon tulisan saya, silakan, ada
kolom komentar di blog ini.
Baca Juga: Di mana Letak Kota Ibu Tinggal?
Oke, kembali kepada
pokok atau titik risalah yang ingin disampaikan pada kesempatan ini yakni,
berbicara tentang pemimpi dan pemimpin. Menurut KBBI, kata pemimpi berarti orang yang suka bermimpi meskipun tidak tidur.
Atau, orang yang suka menghayal. Bukan khayalan tingkat tinggi seperti yang
dinyanyikan Ariel Noah. Merunut pada arti yang terdapat di KBBI, saya katakan
begini, jangan menunggu tidur agar bisa
bermimpi. Tetapi, bermimpilah agar bisa tidur dan bisa bangun dari mimpimu itu.
Itu menurut saya. Wajar, karena saya memiliki keterbatasan akses pengetahuan.
Selanjutnya kita
lihat pemimpin. Masih dari KBBI, pemimpin itu adalah orang yang memimpin.
Intinya memimpin. Entah yang dipimpin itu adalah sebuah komunitas terkecil dan
bahkan sampai pada sebuah komunitas terbesar, negara misalnya. Ambil contoh di Kabupaten Nagekeo, ada seorang bupati meskipun ia adalah seorang lelaki
(hahaha), dr. Johanes Don Bosco Do namanya.
Dari pemimpi dan
pemimpin kita tahu, dua hal itu tidak bisa diceraikan. Dua pasangan ini harus
hidup serumah bisa juga seranjang. Pemimpin bisa lahir dari seroang pemimpi.
Dr. Don, yang sekarang adalah seorang bupati kabupaten Nagekeo, saya bisa
meyakini bahwa beliau dulu pasti punya mimpi untuk menjadi seorang bupati.
Makanya, beliau tidak berhenti pada satu kegagalan saja. Dari Ngada sampai ke
Nagekeo. Saya bisa berasumsi, bahwa satu kegagalan tidak meruntuhkan satu mimpi
besar seorang dr. Don yang sudah melebihi puncak Gunung Ebulobo atau seluas
padang savana yang ada di kabupaten Nagekeo, mungkin juga melebihi itu.
Nah, sampai di
sini, saya mempersilakan kita semua untuk memilih, menjadi pemimpi atau
pemimpin? Jadi-jadi saja, asal jangan asal-asalan. Sebab, menjadi asal-asalan
itu semua orang bisa. Tetapi menjadi asal-asalan yang berfaedah, tidak semua orang bisa. Seperti pemimpi dan pemimpin. Semua orang boleh bermimpi dan semua
orang bisa menjadi pemimpin, tidak juga harus jadi bupati. Cukup jadi pemimpin untuk dirinya
sendiri, kan bagus dan sudah sangat luar biasa.
Baca Juga: Mama
Misalnya, memimpin
diri untuk menjadi seorang praktisi KKN. Bukan Kalem-Kalem Nakal ee. Tapi, saya
yakin kita semua tahu praktek yang satu itu.
Jadi, ini ada
kesimpulan sumbang dari saya. Menjadi pemimpi, tidak harus tidur. Menjadi
pemimpin tidak harus bupati. Menjadi pemimpin yang bupati, tidak semua orang
bisa. Dan, menjadi bupati, memang harus punya mimpi untuk daerah yang
dipimpinnya. Bingung, kan?
Ya, ini tujuan saya
menulis. Selamat menjadi pemimpi dan pemimpin. Semoga tidak tersesat pada
mimpi. Selamat bermimpi bagi para (calon) pemimpin. Salam waras.
Di akhir tulisan
ini, saya sertakan lirik lagu dari Iksan Skuter. Di awal tulisan judulnya Pemimpin, di akhir tulisan saya tutup
dengan lagu Pemimpi.
Kita semua adalah
pemimpi
Yang menikmati
hidup di alam mimpi
Tak pernah hidup di
alam nyata
Utopis selalu
mengada-ngada
Menyanyikan lagu
harapan
Seraya mengubur
benih kehidupan
Merayakan pesta-pesta
yang semu
Mengobarkan api
terus berseteru
Pengkhianat menjual
janji
Pengkhianat melarikan
diri
Yang keluar dari
barisan
Memakan tulang
kawan
Kita hidup dibuai
angan-angan
Yang lahir dari
bangunan pendidikan
Kita semua sedang
menuju mati
Di rumah sakit yang
tanyakan administrasi
Pengkhianat menjual
janji
Pengkhianat keluar
barisan
Memakan tulang
kawan
Pondok Baca
Mataleza, 2020
*Fian N, tukang masak di Pondok Baca
Mataleza. Menyukai apa saja, termasuk kamu.

Setelah membaca artikel ini saya menyadari bahwa saya adalah seorang pemimpi...Hahhahaa
ReplyDeleteTerima kasih kak Fian
Hahaha kita sama. Seorang pemimpi yang selalu berharap
DeleteLuar biasa, aku suka isinya
ReplyDelete