Sumber: idntimes
Oke,
please open the door and welcome to my house.
Hallo, selamat datang di Catatanalfianus, rumah dengan
menu makan pangan lokal. Jangan berharap makan enak apalagi sampai mau tambah,
itu tidak ada di rumah ini, tetapi kalau mau coba, silakan, tidak ada batasan
waktu atau larangan.
Hallo, my dear friends, pada kesempatan ini, saya sebagai
tuan rumah akan menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari kebanyakan ada di luar
sana, di rumah-rumah yang ditemui. Ada banyak yang berbicara bagaimana bisa
menjadi pintar, bahagia, dan bahagia, ya bahagia. Tetapi, orang lupa bahwa,
saya dan mungkin termasuk kita, tentu perlu belajar untuk menjadi bodoh. Mengapa?
Di dunia ini, tidak ada orang yang ingin menjadi bodoh
tetapi ada banyak yang memilih terlihat bodoh di hadapan orang lain dan bahkan
untuk dirinya sendiri. Itu banyak, banyak sekali di dunia yang penuh sandiwara
ini. Bahkan ada banyak orang yang sok pintar
di hadapan yang lain. Dan, saya teringat akan Cak Lontong, lebih baik diam dan kelihatan bodoh daripada banyak bicara dan bodohnya
lebih kelihatan.
Baca Juga: Tentang Jodoh, Mari Belajar dari Denny Sumargo
Cak Lontong benar, itu yang sering terjadi saat ini. Saya
salah satu di antara sekian banyak orang yang sok pintar. Sering saya banyak bicara, tetapi sebenarnya kosong,
bodohnya saya itu kelihatan sekali, iya sekali saja, bukan berkali-kali, hahahah.
Waduh, lupa yang sebenarnya kita bicarakan itu adalah
langkah-langkah menjadi bodoh bukan kelihatan bodoh. Tapi, saya sendiri tidak
tahu cara menuju kebodohan, soalnya seperti yang sudah singgung di atas, bahwa
hampir semua kita itu sok pintar. Jadi
bingung saya.
Ya, coba saja. Siapa tahu tiga langkah ini bisa diterima
oleh kalangan. Moga-moga saja. Kalau pun tidak diterima, ya syukur, dan menjadi
jelas bahwa ada banyak yang sudah pintar dan tidak mau menjadi bodoh. Tetapi,
untuk saya sendiri, ya benar saya memang masih bodoh sampai saat ini. Iya,
sampai saat ini dan itu tampak dalam tulisan ini.
Ok, saya coba tawarkan beberapa langkah menjadi bodoh
menurut Catatanalfianus antara lain sebagai berikut.
- 1.
Mengurung
diri
Siapa yang pernah
mencoba mengurung diri dari segala kesibukan yang ada di luar? Siapa yang
pernah memilih untuk tidak mengupdate segala inga-bingar di jagat maya dan
dunia nyata? Nah, semakin kita mengurung diri dari segala realitas yang ada di
sekitar, menjadi apatis, tidak sibuk, dan tidak pernah tahu perkembangan di
luar sana, kita sebenarnya seperti katak dalam tempurung. Tidak tahu apa-apa
dan memang akan kelihatan sangat bodoh. Kalau tidak percaya, silakan coba. Benar,
sebaiknya dicoba. Rugi kalau tidak sampai mencobanya.
- 2.
Berhenti
berdiskusi
Apa pun bentuk dari
diskusi itu, menarik atau tidak, coba Anda jangan terlibat di dalamnya. Tinggalkan
forum-forum diskusi. Semakin Anda mencoba untuk tidak terlibat, maka akan ada
banyak suara yang datang, dia tidak akan
terlibat, soalnya bodoh. Percuma kalau gabung jika hanya diam. Ha, silakan.
Hayo, siapa yang mau coba? Memang, yang ini kelihatan tidak masuk akal. Bukankah
semua yang ada di muka bumi ini tidak pernah masuk akal?
Ingat, menjadi
pintar itu mudah, tetapi kelihatan bodoh itu tidak mudah. Butuh asupan gizi
yang banyak. Wauhahahah.
- 3.
Bodoh
saja
Sudah, bodoh saja. Ya, bodoh. Satu-satunya langkah
menjadi bodoh, ya bodoh.
Baca Juga: Menjadi Tenaga Pendidik: Jangan Cari Aman (Membaca Geliat Pendidikan Kita Hari Ini)
Ya, itu saja tiga langkah menjadi bodoh. Jika masih ada,
teman-teman silakan kirimkan ke saya dan akan saya masukan ke dalam rumah ini. Siapa
tahu kita bisa saling kolaborasi hal-hal konyol. Dan, memang saya sudah konyol
dari sononya. Pasalnya, saya pernah menjadi orang baik dan juga pernah menjadi
bangsat pada waktu yang bersamaan. Baiknya saya tidak dihargai dan bangsatnya
saya pun dikejar-kejar. Ya, memang wajar, dikejar, kan bangsat.
Nah, sampai di sini, bisa tebak, siapa yang bodoh? Saya,
kan? Banyak bicara, kosong isinya.
Ok, terima kasih yang sudah bertahan sampai di akhir
tulisan ini. Saya mendokan, semoga kita menjadi orang bodoh yang elegan,
lentur, dan disegani.
Salam sayang dan Tuhan, tolong jaga saya pu jantong hati
di mana pun mereka berada.
Gurusina, 2020.
Fian N, tukang masak di Pondok Baca Mataleza. Menyukai apa saja, termasuk dirimu.

Mantap ama
ReplyDeleteTerima kasih banyak ame. Tuhan berkat.
DeleteTips mantap
ReplyDeleteSilakan ikut, ya. Siapa tahu beruntung. Haha
DeleteTerima kasih su mampir.
Terima kasih, kaka su mampir
ReplyDeleteSelamat pagi
ReplyDeleteSemangat pagi kaka
DeleteLebih baik kelihatan bodoh😅😅
ReplyDeleteMantap...👏👏
Hahahha sebaiknya begitu
Delete