Ilustrasi: Pixabay
Selamat apa saja untuk semua kamu yang sedang #dirumahsaja semoga masih tetap bertahan dan tabah hadapi situasi yang sedang melanda negeri kita. Sebentar lagi, semua akan baik-baik saja. Kita, yang jangan terlalu cemas. Pada kesempatan ini, izinkan saya berbagi sebuah coretan sederhana ini. Semoga dapat bermanfaat.
Manusia pada umumnya adalah hasil kreasi Tuhan yang Maha Terbatas meskipun manusia dijadikan seturut gambar dan rupa-Nya. Manusia selalu dihadapkan pada situasi pelik yang tak dapat dihindari begitu saja. Namun, ada saatnya manusia menjadi sangat rapuh dan menolak segala yang runyam dengan mudah serta penuh kepasrahan.
Segala cerita dan kejadian yang pernah dialami manusia mengalami pasang surat. Kadang menemukan jalan terjal dan juga jalan lurus yang mulus. Tapi semua itu ada porsinya masing-masing. Manusia tidak selamanya mengalami kebaikan. Manusia seringkali mengalami gejolak dilematis dalam menentukan pilihan.
Baca Juga: Kapan Kita Harus Menjadi Baik Untuk Diri Sendiri?
Dalam hal dan urusan cinta, manusia tidak dapat menghindar dari persoalan ini. Sebagai makhluk yang mengakui adanya cinta, manusia harus berani menerima segala risiko dan kemungkinan yang hadir dari cinta. Sakit hati dan patah hati akan terjadi secara bergantian. Tak ada jalan mulus dalam percintaan. Semua penuh lika-liku yang kadang menyakitkan.
Tidak ada yang pandai dalam hal cinta dan mencintai. Semuanya sama-sama pemula. Karena kita adalah manusia yang Takut Berkata Jujur Pada Sesuatu Yang sebenarnya Tidak!
Memilih diam dalam menjalani sebuah hubungan tanpa kepastian. Ada yang berusaha untuk tetap bertahan namun selalu runtuh ketika ego semakin kuat merasuki diri. Ingin mundur tapi takut dikatakan pengecut! Ingin terus berjalan tapi selalu disalahkan dan diabaikan.
Terus, apa yang harus dilakukan? Berdamailah dengan keadaan dan coba menerima segala yang pernah terjadi sebagai sebuah pelajaran yang didapati secara GRATIS meski sakit selalu jalan bersama.
Fian N mencintai apa saja, termasuk dirimu. Sedang mendewasakan cita-citanya, menjadi diri sendiri.

Comments
Post a Comment