pada sebuah bangku tua
kita duduk berdua. hampa.
mengeja angin yang hilir-mudik di depan
kita.
mula-mula secara pelahan
seirama awan gewang berarak
lalu sampailah kita pada o
terus mengeja, tibalah pada z
yang penuh liku-liku.
terus, teruslah saja kita mengejanya
berkali-kali
tetap saja kita bermula pada o
selalu tiba pada z
Maumere, 2019
langit
bocor
langit bocor sesaat sebelum saya sampai
rumah
di jalan terlalu banyak kemacetan
ada rupiah yang saling berebutan
dan orang-orang yang tak punya kesabaran
dan di rumah, ayah belum juga pulang
dari sawah
Olakile, 2019
hari
ini, puisiku sedang liburan
tuan, hari ini puisiku sedang
liburan bersama keluarganya
saya tidak ingin mengganggu liburannya
biarkan dia bersenang-senang sepuasnya
siapa tahu puisiku bisa lebih liar dari sebelumnya
Olakile, 2019
Fian N tukang masak di Pondok Baca Mataleza. Sibuk mengeja mimpi yang tak lekas jadi.
Baca Juga: Di Hape, Saya Menulis Beberapa Kesibukan yang Sering Bercokol di Kepala
Comments
Post a Comment