Ilustrasi: Pixabay
Ada yang patah tapi bukan kayu, kau bisik padaku di sebuah kesempatan yang malam saat bangku-bangku mulai dingin di tengah keramaian sunyi. Aku diam saja sambil menatap matamu yang jauh di dalamnya kudapatkan beberapa rindu yang sedang berenang menuju masa lalu.
Ada yang patah tapi bukan kayu, kau bisik lagi lalu tiba-tiba diam di tengah malam yang kian muram saat semua bangku taman kian sunyi di tengah keramaian. Aku diam saja sambil meraba dadaku yang kian tak beraturan menahan detak yang bergejolak dan ingin lampiaskan pada karang harap yang mulai luluh perlahan.
Ada yang patah tapi bukan kayu, kau bisik lagi lalu pergi. Aku, kau tinggalkan samar punggungmu yang ragu. Aku diam, bingung melihat kejadian ini sebelum akhirnya, kita benar-benar memilih persimpangan.
Fian N, 2020

TaniaDena
ReplyDeletePatah hati berarti đ
Mantap kkđ
TaniaDena
ReplyDeletePatah hati berarti đ
Mantap kkđ
Hahaha haha, tapi tidak darah
Delete