Skip to main content

Persetubuhan dalam Cerita yang tak Jadi

Ilustrasi: Pixabay

Jika dirimu ingin saya jadikan kisah kita ke dalam cerita, katakanlah segera sebelum cerita ini benar-benar berakhir dan diakhiri. Saya tak ingin memaksa tetapi saya hanya ingin mendengarmu bersuara barang sesaat saja. Mendengar apa yang ingin kamu katakan dan yang tak ingin saya ceritakan. Sebab, yang akan saya ceritakan mungkin sedikit berbeda dengan apa yang akan kamu ceritakan dan juga berbeda dengan mereka yang akan membaca cerita ini. 
Mereka yang membaca tentu akan memberikan penilaian yang sama sekali berbeda dengan apa yang saya pikirkan. Sebab, setiap pembaca bebas menentukan nasib tulisan ini. Dan mereka juga akan lebih bebas lagi menentukan nasib kamu pun kita. Jujur, saya sangat takut akan hal semacam ini jika berhadapan dengan para pembaca. Kadang saya seperti anak kecil yang sedang dimarah oleh seorang ayah. Pembaca seperti ditakdirkan untuk memiliki kuasa untuk menghakimi isi dari setiap cerita yang dihasilkan oleh para penulis. Tetapi, saya bukan penulis. Apakah saya juga akan dihakimi seperti tulisan para penulis sungguhan? Tidak ada cara lain selain menerima kenyataan ini.

Saya tidak bisa berharap banyak selain menyelesaikan cerita ini. Cerita-cerita samar tentang segala ketakutan yang pernah kamu dan saya alami. Cerita yang dulu pernah buat kita tertawa bersama dan pada waktu yang bersamaan kita pernah menjadi orang yang paling sedih. Kesedihan-kesedihan itu yang membuat saya ragu untuk menulisnya lagi saat ini. Saya tidak tahu kenapa sampai begitu. Saya hanya bisa berharap ketika saya sedang menulis, kesedihan itu tidak datang pada saya.

Kamu belum ingin bercerita. Saya melihat matamu sedang memandang hamparan rindu di langit biru. Saya tetap menunggu dan terus memainkan jari di atas keyboard ini. Sambil menetaskan segala yang ada dalam pikiran. Apa hasilnya, silakan kamu temukan setelah ini. Atau, mungkin kamu sedang menghitung berapa banyak kesedihan yang tak pernah berkesudahan dari padamu. Jujur, saya hanya bisa bersabar. Tapi, tak ada tanda-tanda yang datang dari padamu. Tetapi, tiba-tiba kamu berkata padaku,

Aku punya masa lalu, tetapi aku lupa bagaiman caranya untuk menceritakannya pada diriku. Oleh karena itu, aku juga tak sanggup menceritakan ini padamu saat ini.

Dengan dan dalam kesungguhan, semua kejadian tak pernah saya urutkan sesuai waktu kejadian. Saya mencoba untuk menjabarkan secara acak. Setelah kejadian di ruang tamu itu, kita pernah melakukan sebuah persetubuhan di dalam kamar orang tuamu, kamarmu, dan kamar kakek dan nenekmu. Waktu itu, tak ada siapa-siapa di rumah selain saya dan kamu. Dengan beraneka kesunyian serta ketakutan yang datang. Kamu tak pernah bersuara ketika menyaksikan apa yang sedang dan akan saya lakukan. Kamu membiarkan saya melakukan apa yang ingin saya lakukan. Dan, setelah kejadian di kamar itu, kamu meminta saya untuk bertanggungjawab atas kejadian itu. Saya menerimanya dengan lapang dada dan penuh tanggung jawab. 

Tapi, jauh sebelum kejadian itu, ternyata kamu telah berulang kali ditiduri oleh seorang lelaki tua yang ternyata adalah pamanmu sendiri. Cerita itu yang saya dengar ketika saya hendak menyelesaikan cerita ini.

Ende, 2019

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rumah Yang Teriak Minta Tolong

Ilustrasi: Pixabay Rumah itu sunyi. Ia sembunyi dari keramaian sendiri. Segala perabotannya dibuat dari masa lalu. Penuh dengan kebaikan dan disesaki masalah. Atapnya dari ilalang ingatan. Fondasinya dibuat dari kaki-kaki juang yang sebagian jalang. Semuanya lengkap dengan kesakitan dan kesehatan. Seluruh penghuninya penuh dengan bualan-bualan yang dipaksakan. Semua diberikan sekat-sekat yang teratur.  Setiap pagi, halamannya dipenuhi sampah yang meluap dari got yang datang dari luar pagar. Atapnya ditetesi embun malam yang subuh. Di dapur, ada wangian bumbu nasi goreng yang sedikit hangus. Di meja makan, piring, sendok, dan gelas sedang menunggu pelukan hangat kekenyangan. Semua rapi dan tampak berisi. Lemari dingin penuh dengan kangen dan ciuman, agar selalu awet dan tetap segar, bugar. Buah apel yang dimakan Hawa, ada di dalamnya. Daging domba sisa bakaran oleh Abraham untuk Tuhan pun ada di dalam lemari pendingin.  Setelah siang selesai, sore datang tergesa-gesa. Musi...

Mama

  Gambar: mediaputrabhayangkara.com Dalam dunia kehidupan ada dua macam ibu. Pertama ialah sebutan unt u k seorang perempuan yang melahirkan anaknya. Kedua ialah sebutan untuk perempuan yang merelakan kebahagiaannya sendiri buat anak orang lain. Yang paling istimewa adalah jika dua sifat itu bergabung menjadi dalam satu pribadi. (Arswendo Atmowiloto) Ada yang bilang dirimu cantik. Ada yang bilang dirimu itu puisi yang tak mampu untuk disandingkan dengan apapun. Ada yang bilang dirimu itu bunga, yang tak pernah layu di bawah terik surya. Aku pun bilang, dirimu itu perempuan , y ang bisa menjadi seorang lelaki. Yang bisa menjadi seperti perempuan lain tanpa harus menjadi seperti yang lain. Dengan caramu, dengan segala yang dirimu punya. Mama, nama yang kusebut selalu saat jauh maupun dekat. Bagiku, berada di dekatmu adalah sebuah keharusan. Segala pedih perih hilang seketika ketika belaian tanganmu memainkan rambutku. Baca Juga:  Jejak Kaki Siapa Itu? Suatu hari yang ja...

Tentang Kehilangan Yang Meninggalkan Luka

Ilustrasi:  Pixabay Saya pernah kehilangan seseorang yang dulunya saya kagumi dan saya banggakan. Yang saya cintai yang saya sayangi. Iya, benar. Saya alami itu. Teman saya bercerita dengan serius. Saya juga dengar dengan serius. Iya, sebagai teman. Saya dan juga Anda harus berani ambil sikap untuk menjadi pendengar tanpa harus membantah. Biarkan dia bercerita sepuasnya. Biarkan unek-uneknya ke luar. Ia diam sejenak. Lalu melanjutkan lagi.  Kami memulai sebuah hubungan karena suka sama suka dan atas dasar cinta yang sama. Cinta, ya, cinta. Lagi dan lagi karena cinta, kami disatukan. Kami berencana untuk tidak memberitahu siapa pun tentang hubungan kami ini. Juga tidak kepada orang tua kami. Kami sepakat dan dalam kesepakatan itu kami berjanji untuk tidak melakukan sebuah hubungan yang laiknya pasutri baru. Namun, akhirnya kami jatuh juga dalam sebuah cinta yang erotis. Cinta yang datang karena nafsu. Kami tuntaskan itu dengan penuh sungguh. Penuh seluruh dan tan...