Skip to main content

Jangan Keluar Rumah Lama-lama

Ilustrasi: Pixabay


jangan keluar rumah lama-lama, di luar ada banyak kerinduan yang sedang menunggu dalam sungguh yang menggebu-gebu.

jika tak bersabar, dadamu sesak oleh pukulan-pukulan nafsu yang terlalu
karena dihimpit paksa oleh ketamakan fisik yang kuat yang menang
tak perlu menunggu restu.

jangan ke luar rumah lama-lama, di luar ada banyak peronda yang selalu berdoa
agar ada penggoda mata kala kantuk menyerang isi kepala.

adalah kau terlalu seksi dan itu kenyataan yang bakal jadi fatal setelah dada
dan pahamu berjalan-jalan tanpa pengaman, ada banyak mata yang selalu
mengawasimu.

jangan ke luar rumah lama-lama, puisi telah mengingatkanmu
jangan melawan jika tak ingin diterawang
mata-mata banal.

Olakile, 2020

penyair
      :sdd

selembar daun jatuh, ditendang angin,
kian-kemari. saat malam turun, tuan duduk
menghadap barat. menghitung bintang-bintang jatuh dan tuan selalu melemparkan permohonan ke langit sana untuk jadi penyair. malam makin gelap, tuan belum beranjak. sajak-sajak masih setia menemanimu. pena bergerak. kata bertingkah. jatuh dan melonjak kegirangan.
“ah, ternyata aku lahir sabagai penyair.”
sebelum duka-mu abadi, aku ingin mencintaimu dengan sederhana sambil menunggu sisa hujan di bulan juni.

tuan, ada puisi apa hari ini? 

 Olakile, 2020

ibu di mana (?)

apakah masih ada pelukan hangat dari dalam kedalaman dirimu, ibu? kami iba. berapa lama lagi kami harus kehilangan sentuhan dan belaian kasih dan sayangmu, ibu?

ibu di mana saat gelisah dan cemas satu warna kematian?

 Olakile, 2020

malam ke barat

semua kesedihan berlari ke dalam diri masing-masing saat hari bangun dari kelelahan dan tawa tak pernah tampak pada muka kesedihan. ke barat, adalah bocah-bocah kematian disusu kengerian dari puting tak beribu.

malam ke barat, semua kesedihan didulang.

 Olakile, 2020

langit sakit

suara hujan. jatuh. pecah.
mengalir. ke dalam tubuhku.
kepalaku basah. dadaku bergetar.
mulutku berucap. langit (yang) sakit
tabahkan hatimu. sabarlah selalu.
basah ‘kan segera berlalu.

kubutuh ramuan pencegah batuk
berdahak. air jeruk dicampur
kecap manis. satu sendok madu asli.
langit, kau inginkan ini?

ia menjawab. suara hujan. jatuh. pecah. mengalir. ke dalam tubuhku. kepalaku basah. dadaku sesak. ternyata aku yang kesakitan. langit diam. makin basah.

 Olakile, 2020

Comments

Popular posts from this blog

Tips 3 Langkah Menjadi Bodoh

  Sumber: idntimes Oke, please open the door and welcome to my house. Hallo, selamat datang di Catatanalfianus, rumah dengan menu makan pangan lokal. Jangan berharap makan enak apalagi sampai mau tambah, itu tidak ada di rumah ini, tetapi kalau mau coba, silakan, tidak ada batasan waktu atau larangan. Hallo, my dear friends, pada kesempatan ini, saya sebagai tuan rumah akan menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari kebanyakan ada di luar sana, di rumah-rumah yang ditemui. Ada banyak yang berbicara bagaimana bisa menjadi pintar, bahagia, dan bahagia, ya bahagia. Tetapi, orang lupa bahwa, saya dan mungkin termasuk kita, tentu perlu belajar untuk menjadi bodoh. Mengapa? Di dunia ini, tidak ada orang yang ingin menjadi bodoh tetapi ada banyak yang memilih terlihat bodoh di hadapan orang lain dan bahkan untuk dirinya sendiri. Itu banyak, banyak sekali di dunia yang penuh sandiwara ini. Bahkan ada banyak orang yang sok pintar di hadapan yang lain. Dan, saya teringat akan Cak Lontong,...

Pondok Baca Mataleza: Kami Mulai Dari Mimpi (Part I)

Gambar: Dokpri Pondok Baca Mataleza Tidak perlu menunggu tidur jika hanya untuk bermimpi (Fian N) Satu minggu sebelum seluruh aktivitas di luar rumah dibatasi, kami (sebut saja: Fian N, Thomi, dan Zeno) telah merencanakan untuk hadirkan komunitas baca di Boawae, Olakile Khususnya. Percakapan kami dimulai dengan pertanyaan dari saudara Zeno melalui mesengger. “Ame, di lemari ada buku apa saja?” tanya Zeno. “Saya buku politik tidak banyak, Ame.” Saya yakin dan menduga bahwa pertanyaan itu merujuk pada buku politik. Saya menebak saja, bahwa jiwa anak muda itu jiwa politik. Dan ternyata dugaan saya itu salah. “Tidak, ame. Saya ni punya semangat mau dorong ame untuk buka taman baca di Boawae la.” Dipenuhi rasa kaget, saya sedang merangkai kembali mimpi. Mimpi yang pernah saya impikan saat sedang menghabiskan rasa malas di kursi kuliah. Tanpa menunggu lama, saya pun menjawab. “Kapan kita kumpul, ame?” Selasa pun tiba, kami berkumpul. Merencanakan dengan segala ide yang tak segan-sega...

Mama

  Gambar: mediaputrabhayangkara.com Dalam dunia kehidupan ada dua macam ibu. Pertama ialah sebutan unt u k seorang perempuan yang melahirkan anaknya. Kedua ialah sebutan untuk perempuan yang merelakan kebahagiaannya sendiri buat anak orang lain. Yang paling istimewa adalah jika dua sifat itu bergabung menjadi dalam satu pribadi. (Arswendo Atmowiloto) Ada yang bilang dirimu cantik. Ada yang bilang dirimu itu puisi yang tak mampu untuk disandingkan dengan apapun. Ada yang bilang dirimu itu bunga, yang tak pernah layu di bawah terik surya. Aku pun bilang, dirimu itu perempuan , y ang bisa menjadi seorang lelaki. Yang bisa menjadi seperti perempuan lain tanpa harus menjadi seperti yang lain. Dengan caramu, dengan segala yang dirimu punya. Mama, nama yang kusebut selalu saat jauh maupun dekat. Bagiku, berada di dekatmu adalah sebuah keharusan. Segala pedih perih hilang seketika ketika belaian tanganmu memainkan rambutku. Baca Juga:  Jejak Kaki Siapa Itu? Suatu hari yang ja...