Apa kabar hari ini? Apakah lebih baik dari kemarin atau biasa-biasa saja dan tidak ada yang berubah? Atau mungkin tidak merasakan sesuatu yang berubah?
Hidup kadang menawarkan kita beragam pertanyaan sampai kita lupa memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Kadang kita asyik dengan dunia sendiri dan lupa dengan sesama yang ada di sekitar. Yang merindukan senyuman, tawa, candaan, salaman, senyum, dan sapa.
Namun, lebih banyak dari setiap kita yang memilih untuk seperti orang barat pada umumnya, menyibukkan diri dengan kesibukan masing-masing. Tidak mencampuri urusan orang lain apalagi sampai duduk nimbrung dan asyik gosip dari cerita yang satu ke cerita yang lain. Keadaan sosial seperti inilah yang menjadi pemantik kebencian, dengki, dan iri hati.
Tidak heran jika perang mulut sering terjadi. Anak-anak dididik dalam asuhan yang penuh permasalahan. Anak-anak tumbuh dalam kehidupan yang penuh dengan kengawuran. Itu yang sedang terjadi saat ini.
Baca Juga: Tentang Luka: Kita Semua Pernah
Baca Juga: Tentang Luka: Kita Semua Pernah
Lalu pada akhirnya, sebagian mengatakan bahwa hidup ini terlalu kejam untuk kita yang terlalu lemah dan dengan tenang, rama-ramai teriak, terserah. Fian N.
Apa yang harus kita buat?
Mulailah dari dalam diri sendiri.
Fian N, 2020

Comments
Post a Comment