Skip to main content

Di Hadapan Buku dan Puisi-puisi Lainnya

 Ilustrasi: Dokpri

Di Hadapan Buku

saya kaget, ternyata saya sedang telanjang, tanpa apa-apa. saya duduk, saya raba, saya buka, saya kaget lagi, saya sedang telanjang. di hadapan buku, saya ingin dihamili segera oleh kata-kata yang melonjak ke dalam rahim kepala saya. ihh, saya terlalu lebay. 

di hadapan buku, saya masih telanjang. tiba-tiba kau datang dan ikut telanjang dan ditelanjangi di hadapan buku. kau tertawa geli, aku tertawan puas. sedap ee. 

sudah baca saya? buku tiba-tiba melempari saya dengan pertanyaan. 

iya, saya sementara baca. belum habis ni. pelan-pelan saja, soalnya saya sedang telanjang le. 

ehm, telanjang jangan kelamaan ee. 

Iya, iya, ini shu kenakan kembali dandanan pengetahuan tapi satu per satu dulu. 

setelah baca buku, saya belum pernah menemukan selesai. 


Anak-anak

anak-anak, jangan larang mereka bertengkar dengan buku. biarkan mereka warnai hidup mereka dengan warna apa saja. biarkan mereka tumbuh di mana saja asal jelas untuk siapa mereka berikan teduh. saya menghadap orang banyak, seolah-olah menjadi yang paling bijak. padahal isi kepala bagai pelita tanpa minyak. 

orangtua, jadilah seperti kami yang adalah anak-anak. polos dan penuh kejujuran yang penuh kepandaian. jangan salah, kami bisa membohongimu. 

seorang anak angkat bicara dan menunjuk jari tengahnya ke saya. saya diam, saya tunduk, ternyata saya yang salah. sebenarnya jari tengah itu tidak ada apa-apa, dia hanya hanya jari. sebab, anak kecil itu tak punya jari telunjuk. 

17 Mei 2020

Ilustrasi: Dokpri

Puisi-puisi di atas saya tulis di hari ini. Saya tulis segala yang sedang ada di kepala saya. Saya sebut itu puisi, entah kau sebut ini apa. 
Salam dari saya, Fian N. 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tips 3 Langkah Menjadi Bodoh

  Sumber: idntimes Oke, please open the door and welcome to my house. Hallo, selamat datang di Catatanalfianus, rumah dengan menu makan pangan lokal. Jangan berharap makan enak apalagi sampai mau tambah, itu tidak ada di rumah ini, tetapi kalau mau coba, silakan, tidak ada batasan waktu atau larangan. Hallo, my dear friends, pada kesempatan ini, saya sebagai tuan rumah akan menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari kebanyakan ada di luar sana, di rumah-rumah yang ditemui. Ada banyak yang berbicara bagaimana bisa menjadi pintar, bahagia, dan bahagia, ya bahagia. Tetapi, orang lupa bahwa, saya dan mungkin termasuk kita, tentu perlu belajar untuk menjadi bodoh. Mengapa? Di dunia ini, tidak ada orang yang ingin menjadi bodoh tetapi ada banyak yang memilih terlihat bodoh di hadapan orang lain dan bahkan untuk dirinya sendiri. Itu banyak, banyak sekali di dunia yang penuh sandiwara ini. Bahkan ada banyak orang yang sok pintar di hadapan yang lain. Dan, saya teringat akan Cak Lontong,...

Pondok Baca Mataleza: Kami Mulai Dari Mimpi (Part I)

Gambar: Dokpri Pondok Baca Mataleza Tidak perlu menunggu tidur jika hanya untuk bermimpi (Fian N) Satu minggu sebelum seluruh aktivitas di luar rumah dibatasi, kami (sebut saja: Fian N, Thomi, dan Zeno) telah merencanakan untuk hadirkan komunitas baca di Boawae, Olakile Khususnya. Percakapan kami dimulai dengan pertanyaan dari saudara Zeno melalui mesengger. “Ame, di lemari ada buku apa saja?” tanya Zeno. “Saya buku politik tidak banyak, Ame.” Saya yakin dan menduga bahwa pertanyaan itu merujuk pada buku politik. Saya menebak saja, bahwa jiwa anak muda itu jiwa politik. Dan ternyata dugaan saya itu salah. “Tidak, ame. Saya ni punya semangat mau dorong ame untuk buka taman baca di Boawae la.” Dipenuhi rasa kaget, saya sedang merangkai kembali mimpi. Mimpi yang pernah saya impikan saat sedang menghabiskan rasa malas di kursi kuliah. Tanpa menunggu lama, saya pun menjawab. “Kapan kita kumpul, ame?” Selasa pun tiba, kami berkumpul. Merencanakan dengan segala ide yang tak segan-sega...

Mama

  Gambar: mediaputrabhayangkara.com Dalam dunia kehidupan ada dua macam ibu. Pertama ialah sebutan unt u k seorang perempuan yang melahirkan anaknya. Kedua ialah sebutan untuk perempuan yang merelakan kebahagiaannya sendiri buat anak orang lain. Yang paling istimewa adalah jika dua sifat itu bergabung menjadi dalam satu pribadi. (Arswendo Atmowiloto) Ada yang bilang dirimu cantik. Ada yang bilang dirimu itu puisi yang tak mampu untuk disandingkan dengan apapun. Ada yang bilang dirimu itu bunga, yang tak pernah layu di bawah terik surya. Aku pun bilang, dirimu itu perempuan , y ang bisa menjadi seorang lelaki. Yang bisa menjadi seperti perempuan lain tanpa harus menjadi seperti yang lain. Dengan caramu, dengan segala yang dirimu punya. Mama, nama yang kusebut selalu saat jauh maupun dekat. Bagiku, berada di dekatmu adalah sebuah keharusan. Segala pedih perih hilang seketika ketika belaian tanganmu memainkan rambutku. Baca Juga:  Jejak Kaki Siapa Itu? Suatu hari yang ja...