Sehimpun Puisi Fian N

Ilustrasi: Pixabay
januari sungguh terlalu. datang terlalu cepat
ketika kita baru sampai pada
penghujung rindu. sebab, segala yang telah
ditanak belum sempat kita santap
dengan sangat. misalnya, kenangan yang tak sempatk ita rayakan di atas ranjang kebahagiaan. sungguh, januari terlalu angkuh. sedang, di sini belum ada kecup yang kita sesap pada bibir-bibir ranum anak manusia.
Olakile, 2019
Cahaya Besar Yang Terlalu Kecil
cahaya besar yang terlalu kecil
cahaya pecah. dari balik januari. anak-anak pagi
menari gemulai. sapaan-sapaan tak
menemukan tuan. dari seberang, kini tinggal angin
yang gugup di antara rimbun embun. semua itu
karena cahaya besar
yang terlalu kecil di mata kanak-kanak.
Olakile, 2019
Waktu
tak pernah berhenti. saat tidur.
kala terjaga. semua dahaga. waktu tak jua
kembali setelah pergi. kau menunggu
tapi tidak dengan ceritanya. ia sudah tak sama
pada detik yang ke sekian.
Olakile, 2019
Bibir
apakah kau takut mencium bibirku
lantaran masih ada ciuman masa lalu
yang penuh kegetiran serta bualan dusta?
kau mengangkat bahumu penuh keraguan.
tak perlu menunggu lama. kau
berjalan menujuku. senyuman sial kau lemparkan
padaku. apakah aku terlalu bangsat untuk semua itu?
kau hanya perlu mengangkat bahu. entah
itu ragu atau setuju.
dan, sudah begitu lama ada di hadapanku,
kau tak diapakan oleh sedikitpun bibirku. jujur,
kau belum menang, bisikku pada angin.
Olakile, 2019
bagus kk
ReplyDelete