Skip to main content

Bagaimana Bisa Aku Membuka Hati Setelah Sakit Hati Bertubi-tubi?

Ilustrasi: Pixabay

Saya coba menulis ini ketika termotivasi oleh sebuah cuitan status Facebook dari salah satu teman di Facebook. Status atau lebih tepatnya caption atau keterangan pada fotonya. Teman saya itu perempuan. Dan keterangan foto itu seperti pada judul tulisan ini. 

Saya, hampir setiap kesempatan ber-hahhahihi di Facebook, selalu saja saya temukan beraneka ragam cuitan dalam bentuk caption atau celoteh panjang dan pendek dalam bentuk tulisan atau status di beranda Facebook. Itu yang saya temukan pada teman yang satu ini. 

Teman saya ini sedang berbicara jujur kepada pengguna Facebook atas apa yang sedang dialaminya. Saya meyakini bahwa dirinya sedang dalam keadaan dilema, seperti lirik sebuah lagu yang sedang asyik di telinga, antara nyaman dan cinta. Ketika berada pada titik ini, nyaman dan cinta itu sirna. Dua-duanya meninggalkan jejak luka yang paling basah. Bagaimana tidak, setelah sekian musim dan sekian purnama berganti, yang (mungkin) ia nikmati adalah kecewa dan ingkar janji. Kepercayaan yang sia-sia setelah nyaman seutuhnya diberikan. 

Pada titik ini, saya berharap bahwa tulisan ini akan saya buat sependek mungkin, jika terlalu panjang, saya yakin tulisan ini akan kehilangan esensinya. Makna gantung dan tak ada klimaks yang memuaskan. Sebab, berbicara hati adalah berbicara sakit jika tak ada kepastian. Terlepas dari apa yang dirasakan oleh teman saya ini, tentu saya dan Anda pernah merasakan hal yang sama. Ada sakit setelah sekian lama harapan direkat dalam dekapan lalu tiba-tiba ditinggalkan tanpa alasan yang jelas. Untuk itu, seringkali yang terjadi adalah takut untuk jatuh cinta lagi. Ketakutan itu bukan tanpa alasan melainkan didorong oleh trauma. Hal serupa mungkin yang dialami oleh teman saya. Saya boleh berasumsi bahwa terlalu banyak janji yang diterima dan akhirnya luka yang dituai. Apakah hatinya adalah ladang humus untuk sebuah janji untuk diingkari dan yang tumbuh adalah tunas-tunas sakit hati? 

Ada banyak dari kita, termasuk saya juga pernah melakukan hal yang sama. Selain mengalami, saya juga pernah memberikan luka pada hati seorang perempuan. Karena ego, hal ini bisa terjadi. Dari sana, ada pengalaman yang saya dapatkan, bahwa jangan sia-siakan orang yang tepat hanya karena berbeda pendapat atau karena masalah pribadi yang dibawa ke dalam sebuah hubungan cinta. Bakal sakit hati, sering bermula dari sini. 

Saya yakin, setelah selesai menulis ini dan kelak jika ada yang membaca tulisan ini, ada banyak komentar baik yang menyerang diri saya dan mungkin untuk kebanyakan lelaki lainnya. Ada banyak kesalahan yang telah saya ciptakan, tinggalkan luka, kecewa, sakit hati, marah, benci dan bahkan menimbulkan dendam yang berkepanjangan. Hal ini wajar, dan saya tidak mampu menafikan itu. Jika hal itu ada dan saya yakin itu adalah bentuk luapan atas semua yang telah saya dan sebagian lelaki perbuat. 

Saya menerima itu mewakili kaum lelaki yang lain atau bisa mewakili para perempuan yang tersakiti. Bahwa apa yang telah terjadi dan diberikan adalah bakal untuk sebentuk rentetan kejadian selanjutnya. Oleh karena itu, selalu bersikap siap untuk menerima semua itu, jika tidak, maka akan ada banyak kemungkinan yang terjadi bagi diri yang tidak siap. 

Yang muncul di sana adalah ungkapan-ungkapan kekecewaan, misalnya, dasar lelaki serigala berbulu domba, kepintaran yang dibodohi hawa nafsu dan lain sebagainya.  Tak dapat dimungkiri, hal ini benar akan terjadi, dan datang dari pribadi yang merasa paling sakit hati. 

Bagaimana bisa aku membuka hati setelah sakit hati bertubi-tubi?  Pertanyaan yang serentak pernyataan ini mau menegaskan bahwa setiap luka yang tercipta ada kekesalan tinggal di sana. 

Penyesalan akan terjadi setelah semua kejadian itu dilewati. Dari pihak yang tersakiti kadang tidak menerima itu. Berharap bahwa harus ada balasan setimpal. Jika tidak, cara untuk menjatuhkan akan terus dilancarkan sampai sehancur-hancurnya. 

Sampai di sini, semoga saya dan Anda bisa lebih betah membaca ini dan tinggalkan tabiat buruk yang pernah dilakukan. Dari pengalaman itu, saya sadar bahwa, ada pelajaran di baliknya. Tinggal bagaimana saya dan Anda menyikapi hidup selanjutnya. 

Untuk seorang perempuan yang pernah terluka dan disakiti, ada maaf yang datang dari kedalaman lubuk hati yang paling dalam. Untuk seorang perempuan yang pernah dibuat hancur, ada penyesalan yang paling sesal dari kedalaman lubuk hati yang paling dalam. Selebihnya, terima kasih untuk semua kesempatan dan pelajaran berharga dalam hidup yang pernah dilalui bersama. Jika saya yang paling bangsat untuk sebuah kebaikan, maka bawalah itu dalam doa-doamu agar saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. 

Ah, maaf, ternyata ini bukan sebuah catatan pendek. Mungkin catatan panjang yang membosankan. Sebab, yang saya tulis adalah kisah perjalanan seorang anak manusia yang tercipta sebagai seorang lelaki yang di dalam dirinya terdapat dua benih kehidupan, baik dan buruk dan ternyata itu sangat manusiawi dalam kehidupan ini. 

Untuk teman saya yang masih ragu untuk menerima yang datang, tetap hidup dalam keraguanmu sebelum kepercayaanmu utuh untuk sebuah kebersamaan sampai keabadian. Jika hanya sesaat, tinggalkan saja sebelum tersesat di hutan sakit hati yang sama. 

Tetap kuat untuk yang lemah. Jangan lupa bangkit untuk yang jatuh. Jangan lupa bangun setelah meletakan lelah. Hidup ini masih terlalu baik untuk Anda dan saya yang terluka dan melukai. 

Sekian catatan pendek yang tak pernah utuh untuk sebuah hidup yang kompleks. 

@catatan_fian, 2020


Comments

Popular posts from this blog

Tips 3 Langkah Menjadi Bodoh

  Sumber: idntimes Oke, please open the door and welcome to my house. Hallo, selamat datang di Catatanalfianus, rumah dengan menu makan pangan lokal. Jangan berharap makan enak apalagi sampai mau tambah, itu tidak ada di rumah ini, tetapi kalau mau coba, silakan, tidak ada batasan waktu atau larangan. Hallo, my dear friends, pada kesempatan ini, saya sebagai tuan rumah akan menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari kebanyakan ada di luar sana, di rumah-rumah yang ditemui. Ada banyak yang berbicara bagaimana bisa menjadi pintar, bahagia, dan bahagia, ya bahagia. Tetapi, orang lupa bahwa, saya dan mungkin termasuk kita, tentu perlu belajar untuk menjadi bodoh. Mengapa? Di dunia ini, tidak ada orang yang ingin menjadi bodoh tetapi ada banyak yang memilih terlihat bodoh di hadapan orang lain dan bahkan untuk dirinya sendiri. Itu banyak, banyak sekali di dunia yang penuh sandiwara ini. Bahkan ada banyak orang yang sok pintar di hadapan yang lain. Dan, saya teringat akan Cak Lontong,...

Pondok Baca Mataleza: Kami Mulai Dari Mimpi (Part I)

Gambar: Dokpri Pondok Baca Mataleza Tidak perlu menunggu tidur jika hanya untuk bermimpi (Fian N) Satu minggu sebelum seluruh aktivitas di luar rumah dibatasi, kami (sebut saja: Fian N, Thomi, dan Zeno) telah merencanakan untuk hadirkan komunitas baca di Boawae, Olakile Khususnya. Percakapan kami dimulai dengan pertanyaan dari saudara Zeno melalui mesengger. “Ame, di lemari ada buku apa saja?” tanya Zeno. “Saya buku politik tidak banyak, Ame.” Saya yakin dan menduga bahwa pertanyaan itu merujuk pada buku politik. Saya menebak saja, bahwa jiwa anak muda itu jiwa politik. Dan ternyata dugaan saya itu salah. “Tidak, ame. Saya ni punya semangat mau dorong ame untuk buka taman baca di Boawae la.” Dipenuhi rasa kaget, saya sedang merangkai kembali mimpi. Mimpi yang pernah saya impikan saat sedang menghabiskan rasa malas di kursi kuliah. Tanpa menunggu lama, saya pun menjawab. “Kapan kita kumpul, ame?” Selasa pun tiba, kami berkumpul. Merencanakan dengan segala ide yang tak segan-sega...

Mama

  Gambar: mediaputrabhayangkara.com Dalam dunia kehidupan ada dua macam ibu. Pertama ialah sebutan unt u k seorang perempuan yang melahirkan anaknya. Kedua ialah sebutan untuk perempuan yang merelakan kebahagiaannya sendiri buat anak orang lain. Yang paling istimewa adalah jika dua sifat itu bergabung menjadi dalam satu pribadi. (Arswendo Atmowiloto) Ada yang bilang dirimu cantik. Ada yang bilang dirimu itu puisi yang tak mampu untuk disandingkan dengan apapun. Ada yang bilang dirimu itu bunga, yang tak pernah layu di bawah terik surya. Aku pun bilang, dirimu itu perempuan , y ang bisa menjadi seorang lelaki. Yang bisa menjadi seperti perempuan lain tanpa harus menjadi seperti yang lain. Dengan caramu, dengan segala yang dirimu punya. Mama, nama yang kusebut selalu saat jauh maupun dekat. Bagiku, berada di dekatmu adalah sebuah keharusan. Segala pedih perih hilang seketika ketika belaian tanganmu memainkan rambutku. Baca Juga:  Jejak Kaki Siapa Itu? Suatu hari yang ja...