Skip to main content

Sering Disakiti, Tapi Masih Juga Bertahan

Ilustrasi: Pixabay

Akhir-akhir ini, jujur saya sering mendapatkan cerita dari mereka yang merasa paling patah hati. Ya, dengan sabar, saya mendengarkan curhatan itu. Dengar dan tidak berbuat apa-apa dan sesekali meresponnya dengan penuh keyakinan.

Baca Juga: Semua Pilihan Punya Risiko

Ini tentang cinta, tapi saya tidak pandai berbicara tentang cinta. Saya mencintai dan dicintai, tetapi saya tidak tahu bagaimana caranya cinta bekerja. Ini yang buat saya tidak paham dan bahkan lebih tidak paham lagi bagaimana misteri cinta itu melingkupi manusia.

Sampai akhirnya, saya pun masih belum paham model hubungan cinta kita pada saat ini. Ada yang mati-matian dan rela disakiti asalkan tetap ada bersama. Ada yang sudah tahu sering dimanfaatkan pun masih ada yang ingin bertahan. Ada yang terang-terangan dikekang tapi masih saja betah dalam pelukan kemunafikan.

Saya sendiri juga tidak bisa membedakan antara cinta, kasih dan sayang. Tapi, ketika ketiga unsur dalam hubungan ini ada tapi masih merasakan pengekangan, disakiti, dimanfaatkan, dan diduakan, maka janganlah bertahan hanya untuk cinta yang demikian. Memilih pergi bukan berarti Anda tak berarti dan tak diterima oleh orang lain yang mungkin saja lebih baik untuk Anda. Jangan merasa bahwa Anda sudah tidak sempurna lagi untuk orang yang lebih pantas.

Terimalah kenyataan dan belajarlah dari sana. Sebab, sebuah hubungan yang baik adalah sebuah hubungan yang tak ada saling mengekang tetapi memberikan  kebebasan yang penuh tanggung jawab dan tetap ada kepercayaan serta kesetiaan di sana, Fian N. 

Jangan lupa mencintai dan dicintai sewajarnya.

(Sebab, saya pernah begitu dan begini)

Fian N, 2020

Comments

Popular posts from this blog

Tips 3 Langkah Menjadi Bodoh

  Sumber: idntimes Oke, please open the door and welcome to my house. Hallo, selamat datang di Catatanalfianus, rumah dengan menu makan pangan lokal. Jangan berharap makan enak apalagi sampai mau tambah, itu tidak ada di rumah ini, tetapi kalau mau coba, silakan, tidak ada batasan waktu atau larangan. Hallo, my dear friends, pada kesempatan ini, saya sebagai tuan rumah akan menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari kebanyakan ada di luar sana, di rumah-rumah yang ditemui. Ada banyak yang berbicara bagaimana bisa menjadi pintar, bahagia, dan bahagia, ya bahagia. Tetapi, orang lupa bahwa, saya dan mungkin termasuk kita, tentu perlu belajar untuk menjadi bodoh. Mengapa? Di dunia ini, tidak ada orang yang ingin menjadi bodoh tetapi ada banyak yang memilih terlihat bodoh di hadapan orang lain dan bahkan untuk dirinya sendiri. Itu banyak, banyak sekali di dunia yang penuh sandiwara ini. Bahkan ada banyak orang yang sok pintar di hadapan yang lain. Dan, saya teringat akan Cak Lontong,...

Pondok Baca Mataleza: Kami Mulai Dari Mimpi (Part I)

Gambar: Dokpri Pondok Baca Mataleza Tidak perlu menunggu tidur jika hanya untuk bermimpi (Fian N) Satu minggu sebelum seluruh aktivitas di luar rumah dibatasi, kami (sebut saja: Fian N, Thomi, dan Zeno) telah merencanakan untuk hadirkan komunitas baca di Boawae, Olakile Khususnya. Percakapan kami dimulai dengan pertanyaan dari saudara Zeno melalui mesengger. “Ame, di lemari ada buku apa saja?” tanya Zeno. “Saya buku politik tidak banyak, Ame.” Saya yakin dan menduga bahwa pertanyaan itu merujuk pada buku politik. Saya menebak saja, bahwa jiwa anak muda itu jiwa politik. Dan ternyata dugaan saya itu salah. “Tidak, ame. Saya ni punya semangat mau dorong ame untuk buka taman baca di Boawae la.” Dipenuhi rasa kaget, saya sedang merangkai kembali mimpi. Mimpi yang pernah saya impikan saat sedang menghabiskan rasa malas di kursi kuliah. Tanpa menunggu lama, saya pun menjawab. “Kapan kita kumpul, ame?” Selasa pun tiba, kami berkumpul. Merencanakan dengan segala ide yang tak segan-sega...

Mama

  Gambar: mediaputrabhayangkara.com Dalam dunia kehidupan ada dua macam ibu. Pertama ialah sebutan unt u k seorang perempuan yang melahirkan anaknya. Kedua ialah sebutan untuk perempuan yang merelakan kebahagiaannya sendiri buat anak orang lain. Yang paling istimewa adalah jika dua sifat itu bergabung menjadi dalam satu pribadi. (Arswendo Atmowiloto) Ada yang bilang dirimu cantik. Ada yang bilang dirimu itu puisi yang tak mampu untuk disandingkan dengan apapun. Ada yang bilang dirimu itu bunga, yang tak pernah layu di bawah terik surya. Aku pun bilang, dirimu itu perempuan , y ang bisa menjadi seorang lelaki. Yang bisa menjadi seperti perempuan lain tanpa harus menjadi seperti yang lain. Dengan caramu, dengan segala yang dirimu punya. Mama, nama yang kusebut selalu saat jauh maupun dekat. Bagiku, berada di dekatmu adalah sebuah keharusan. Segala pedih perih hilang seketika ketika belaian tanganmu memainkan rambutku. Baca Juga:  Jejak Kaki Siapa Itu? Suatu hari yang ja...