Skip to main content

Jangan Lupa Cuci Tangan Sebelum Menulis Puisi

Ilustrasi: Pixabay

puisi itu sensitif. jangan sesekali kau mengotorinya dengan bakteri-bakteri yang mematikan. jika ia sampai jatuh sakit, apakah kau sanggup merawatnya? tubuhnya lemah, rapuh, polos, gelap, tetapi selalu menikam dalam keadaan apa pun. jangan melawan jika dimintai untuk
selalu mencuci tangan sebelum menulis puisi. jika ia adalah ibumu,
apakah kau ingin melawan? ingat, jangan sampai kau dikutuk seperti malin kundang. jadi dongen untuk anak-anakmu kelak.

Olakile, 2020

selama masa lockdown

puisi-puisi dilarang menebar hoax
apalagi mendebarkan dada-dada desa
yang sedang ketiduran. segala macam diksi
yang hilir mudik tanpa masker, akan
diperiksa suhu tubuhnya. jangan sampai
berada dalam suhu ketidakwajaran, mengandung
virus yang meresahkan sekaligus mematikan itu.

selama masa lockdown, puisi-puisi dilarang
cetak selama 14 hari kerja. hanya boleh ditayangkan oleh media-media online. sebab, itu instruksi langsung dari kepala redaksi setiap rubrik puisi.

selama masa lockdown, puisi-puisi dilarang minum dan makan makanan dingin. suhu tubuh puisi harus selalu hangat bila perlu harus selalu tampil seksi. setiap pasang mata yang melihat, akan kehangatan dipenuhi ingin.

Olakile, 2020

kita harus bagaimana (?)

kita harus bagaimana saat duka melanda tanpa ampun?
tertawa, bersin, meraba muka, bersalaman, tiba-tiba seperti diatur oleh undang-undang. kedekatan kita,
adalah jarak yang menyelamatkan entah sampai berapa lama.
kita harus bagaimana saat tubuh-tubuh rapuh dibaringkan
secara masal pada rumah terakhir yang dingin, sepi, dan abadi?

tuhan, kita harus bagaimana?

Olakile, 2020

Fian N, sedang mendewasakan cita-citanya, menjadi diri sendiri. Musafir adalah buku kumpulan puisi tunggalnya yang diterbitkan pada tahun 2018. 

Comments

  1. Mantap No. Kau merekam situasi2 di hadapanmu dan meramunya dalam sajak yang indah nan bermakna.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, No. Bukannya puisi harus seperti itu? Atau saya salah?
      Mari kita menulis tentang apa saja.

      Delete
  2. Replies
    1. Hhahaa Terima kasih aji. Siap menulis terus

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rumah Yang Teriak Minta Tolong

Ilustrasi: Pixabay Rumah itu sunyi. Ia sembunyi dari keramaian sendiri. Segala perabotannya dibuat dari masa lalu. Penuh dengan kebaikan dan disesaki masalah. Atapnya dari ilalang ingatan. Fondasinya dibuat dari kaki-kaki juang yang sebagian jalang. Semuanya lengkap dengan kesakitan dan kesehatan. Seluruh penghuninya penuh dengan bualan-bualan yang dipaksakan. Semua diberikan sekat-sekat yang teratur.  Setiap pagi, halamannya dipenuhi sampah yang meluap dari got yang datang dari luar pagar. Atapnya ditetesi embun malam yang subuh. Di dapur, ada wangian bumbu nasi goreng yang sedikit hangus. Di meja makan, piring, sendok, dan gelas sedang menunggu pelukan hangat kekenyangan. Semua rapi dan tampak berisi. Lemari dingin penuh dengan kangen dan ciuman, agar selalu awet dan tetap segar, bugar. Buah apel yang dimakan Hawa, ada di dalamnya. Daging domba sisa bakaran oleh Abraham untuk Tuhan pun ada di dalam lemari pendingin.  Setelah siang selesai, sore datang tergesa-gesa. Musi...

Mama

  Gambar: mediaputrabhayangkara.com Dalam dunia kehidupan ada dua macam ibu. Pertama ialah sebutan unt u k seorang perempuan yang melahirkan anaknya. Kedua ialah sebutan untuk perempuan yang merelakan kebahagiaannya sendiri buat anak orang lain. Yang paling istimewa adalah jika dua sifat itu bergabung menjadi dalam satu pribadi. (Arswendo Atmowiloto) Ada yang bilang dirimu cantik. Ada yang bilang dirimu itu puisi yang tak mampu untuk disandingkan dengan apapun. Ada yang bilang dirimu itu bunga, yang tak pernah layu di bawah terik surya. Aku pun bilang, dirimu itu perempuan , y ang bisa menjadi seorang lelaki. Yang bisa menjadi seperti perempuan lain tanpa harus menjadi seperti yang lain. Dengan caramu, dengan segala yang dirimu punya. Mama, nama yang kusebut selalu saat jauh maupun dekat. Bagiku, berada di dekatmu adalah sebuah keharusan. Segala pedih perih hilang seketika ketika belaian tanganmu memainkan rambutku. Baca Juga:  Jejak Kaki Siapa Itu? Suatu hari yang ja...

Tentang Kehilangan Yang Meninggalkan Luka

Ilustrasi:  Pixabay Saya pernah kehilangan seseorang yang dulunya saya kagumi dan saya banggakan. Yang saya cintai yang saya sayangi. Iya, benar. Saya alami itu. Teman saya bercerita dengan serius. Saya juga dengar dengan serius. Iya, sebagai teman. Saya dan juga Anda harus berani ambil sikap untuk menjadi pendengar tanpa harus membantah. Biarkan dia bercerita sepuasnya. Biarkan unek-uneknya ke luar. Ia diam sejenak. Lalu melanjutkan lagi.  Kami memulai sebuah hubungan karena suka sama suka dan atas dasar cinta yang sama. Cinta, ya, cinta. Lagi dan lagi karena cinta, kami disatukan. Kami berencana untuk tidak memberitahu siapa pun tentang hubungan kami ini. Juga tidak kepada orang tua kami. Kami sepakat dan dalam kesepakatan itu kami berjanji untuk tidak melakukan sebuah hubungan yang laiknya pasutri baru. Namun, akhirnya kami jatuh juga dalam sebuah cinta yang erotis. Cinta yang datang karena nafsu. Kami tuntaskan itu dengan penuh sungguh. Penuh seluruh dan tan...