Skip to main content

Nyanyian Cintaku

Ilustrasi: Pixabay

Aku mencintaimu
sejak pertama aku hadir dalam rahim ibuku
pemberi cinta penyapih kasih

Aku mencintaimu
Sejak pertama kudengar kidung dari gubuk tua ayahku
Dan kau memelukku hingga kini dalam kedalaman hatiku

Aku Mencintaimu
Sejak pertama kubelajar membaca
karena mendengar bagiku tak cukup
Hingga pengertian merajalela hatiku

Aku Mencintaimu
Sejak ayat-ayat-MU menggema lakuku
Dan nyanyian Nafiri menyusup hingga sum- sum tulangku
Daraku berdesir lebih normal
Aku punya benteng sejati

Terimakasih banyak
Aku mencintai fiksimu tanpa diksi
Sebagai santapan tanpa menunggu lapar
Jiwa ini terus KAU PELUK

Mbay, 2020

Asyik Juga Baca Ini: Apa Yang Kau Inginkan Selain Setia?

Setelah Kepergianmu
     : Servina Rato

Mungkin lucu kau berpikir
Sini menari bersama
Sambil kuceritakan
Kekasih, ...

euforia menggema...
Apakah  tercium olehmu?
Aromannya mengecup
Kekasih, ...


Datanglah ...
Bersamaku seperti biasanya
Atau Tanpaku harus biasa

Mbay, 2020

Puan di Kepalaku

Menjadi Puan atas isi kepala
Bagaimana menemukan kiat
Dan masih sama ...
Aku berkarya

Lalu sore hari ada cerita baru
berisik berlabel alih-alih
Tutup saja atau buka saja
Aku tetap berkarya

Jangan diam
Kalau benar saja buat kau gentar
terus beralih jadi ninja
sayang, aku tetap berkarya

Mari ini duduk di sampingku
dengar baik-baik
Ada ombak tapi bukan laut
Tetapi Aku tetap berkarya

Mbay, 2020

Teti Soge, suka akan keasingan. Hal-hal baru menjadi teman mengusik jenuh.

Comments

Popular posts from this blog

Ketika Malam di Maumere

  Ilustrasi: Pixabay Malam sudah tiba. Toko-toko menutup diri dari keramaian. Pengunjung pun mulai sepi. Karena tak ada pajangan yang sesuai. Maklum, di sini, sudah banyak orang mendedikasikan diri sebagai pemilih. Hidup materialistis tumbuh kian pesat. Orang-orang tak peduli, berapa besar pengeluaran selagi itu masih keluar dari dompet sendiri. Sedangkan yang lain, sibuk mengumpulkan botol-botol bekas, sampah plastik, yang dibuang dari tangan-tangan yang paling sampah. Baca Juga:  Rahasia Di waktu dan tempat yang lain, masih ada banyak adegan ranjang yang tak pantas. Ini adalah gambaran kita di masa kini. Saya yakin, bahwa kebiasaan ini bukan hanya terjadi di kota ini. Yang di sana dan di situ, pasti melakukan hal yang sama dengan takaran kesadaran yang berbeda. Atau, mungkin saya salah menduga? *** Ibu baru selesai menyiapkan sarapan pagi untuk ayah dan adik. Saya selalu menyiapkan sarapan pagi sendiri. Ibu tahu akan tugasnya. Menjadi istri dan menjadi ibu. Seringkali ...

Tips 3 Langkah Menjadi Bodoh

  Sumber: idntimes Oke, please open the door and welcome to my house. Hallo, selamat datang di Catatanalfianus, rumah dengan menu makan pangan lokal. Jangan berharap makan enak apalagi sampai mau tambah, itu tidak ada di rumah ini, tetapi kalau mau coba, silakan, tidak ada batasan waktu atau larangan. Hallo, my dear friends, pada kesempatan ini, saya sebagai tuan rumah akan menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari kebanyakan ada di luar sana, di rumah-rumah yang ditemui. Ada banyak yang berbicara bagaimana bisa menjadi pintar, bahagia, dan bahagia, ya bahagia. Tetapi, orang lupa bahwa, saya dan mungkin termasuk kita, tentu perlu belajar untuk menjadi bodoh. Mengapa? Di dunia ini, tidak ada orang yang ingin menjadi bodoh tetapi ada banyak yang memilih terlihat bodoh di hadapan orang lain dan bahkan untuk dirinya sendiri. Itu banyak, banyak sekali di dunia yang penuh sandiwara ini. Bahkan ada banyak orang yang sok pintar di hadapan yang lain. Dan, saya teringat akan Cak Lontong,...
  Mengapa Harus ke Pulau Kinde?   Foto: Iren Kawa Saya tidak akan menjawab pertanyaan dari judul tulisan ini. Tetapi saya mencoba untuk berbagi kisah tentang perjalanan saya bersama teman-teman menuju tempat ini, Pulau Kinde. Perjalanan kami mulai dari sini: Sejenak saya berhenti pada satu titik tenang, berdiam diri dalam pencarian, di mana letak Pulau Kinde. Menurut Wikipedia, Pulau Kinde terletak di Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Flores-NTT. Pantai ini seluas 11,36 ha dan memiliki pasir yang berwarna putih. Sejenak saya terkesima akan laporan dari Wikipedia ini. Bukan karena luasnya tetapi karena hamparan pasir putihnya. Untuk luas, tidak mungkin saya harus lelah-lelah mengukurnya lagi. Terpenting, ada dan keberadaannya sudah terlacak. Menjelang akhir Agustus, di tanggal 28-29, saya dan teman-teman memutuskan untuk bertamsya ke tempat ini. Tempat yang di mana begitu asing bagi saya yang adalah orang gunung. Dulu, melihat laut itu seperti melihat sebuah hamparan savana yang ...