Skip to main content

rumah yang paling rinai dengan kerinduan adalah hatimu

Ilustrasi: Pixabay

rumah yang paling rinai dengan kerinduan adalah hatimu
tempat pulangnya sejuta rasa
yang lahir darinya tak akan hidup dengan sia-sia
yang mati darinya tak akan melenyapkan segalanya

kau tahu
aku pun tahu
sebab pada sejuta rasa yang pernah lahir dan mati di sana
kau dan aku adalah saksinya
d hatimu dan di hatiku

aku hanyalah sedang menunjukkan hatiku
tidak kuletakan di samping hatimu untuk kau cocokan
tapi tepat di depanmu
agar kau lihat, apa yang telah kubawa pulang sejauh ini

hujan pun tahu tentang rasa itu
kau tak perlu buta untukku seperti itu
karena bagaimanapun juga
hati dan sisa-sisa cinta itu seperti "langit dan hujan"
entah hujan lebat itu menyisakan gerimis, langit tetap saja menunggunya sampai redah.

Boru, 2020

sejak kita menjadi kisah

kita baru saja menjadi kisah
lalu berubah menjadi rindu yang menatap jarak

di sini rupa-rupa rindu
semoga di situ satu rindu untukku

aku rindu pada mentari pagi yang terbit di senyummu
atau pada senja yang tanpa sadar tenggelam di matamu

sejak kita menjadi kisah
pada senyum yang mekar dengan polos
pada tawa yang membahak tanpa pura
pada kata yang tertata dengan lugu

pada semua kisah yang kau bawa dengan aku
kutemukan sebuah kebahagiaan yang tanpa alasan

di negeri polos berdeburan ombak yang dahsyat_

Boru, 26/03/20

sudahi setubuh tidurku

aku ingin bersuara
kepada sang mimpi
kesempatannya mahaluas
kenyataan yang sempit

mari kita berjanji
bertemu pada satu kata
di malam enam huruf
ketika bulan di tengkuk

engkaukah?
penyair malam
sudahi!
setubuh tidurku

Boru, 2020




Ita Lemau adalah seorang perempuan penikmat rindu. Menetap di Boru. Kesehariannya #dirumahsaja setelah instruksi dari pemerintah.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rumah Yang Teriak Minta Tolong

Ilustrasi: Pixabay Rumah itu sunyi. Ia sembunyi dari keramaian sendiri. Segala perabotannya dibuat dari masa lalu. Penuh dengan kebaikan dan disesaki masalah. Atapnya dari ilalang ingatan. Fondasinya dibuat dari kaki-kaki juang yang sebagian jalang. Semuanya lengkap dengan kesakitan dan kesehatan. Seluruh penghuninya penuh dengan bualan-bualan yang dipaksakan. Semua diberikan sekat-sekat yang teratur.  Setiap pagi, halamannya dipenuhi sampah yang meluap dari got yang datang dari luar pagar. Atapnya ditetesi embun malam yang subuh. Di dapur, ada wangian bumbu nasi goreng yang sedikit hangus. Di meja makan, piring, sendok, dan gelas sedang menunggu pelukan hangat kekenyangan. Semua rapi dan tampak berisi. Lemari dingin penuh dengan kangen dan ciuman, agar selalu awet dan tetap segar, bugar. Buah apel yang dimakan Hawa, ada di dalamnya. Daging domba sisa bakaran oleh Abraham untuk Tuhan pun ada di dalam lemari pendingin.  Setelah siang selesai, sore datang tergesa-gesa. Musi...

Mama

  Gambar: mediaputrabhayangkara.com Dalam dunia kehidupan ada dua macam ibu. Pertama ialah sebutan unt u k seorang perempuan yang melahirkan anaknya. Kedua ialah sebutan untuk perempuan yang merelakan kebahagiaannya sendiri buat anak orang lain. Yang paling istimewa adalah jika dua sifat itu bergabung menjadi dalam satu pribadi. (Arswendo Atmowiloto) Ada yang bilang dirimu cantik. Ada yang bilang dirimu itu puisi yang tak mampu untuk disandingkan dengan apapun. Ada yang bilang dirimu itu bunga, yang tak pernah layu di bawah terik surya. Aku pun bilang, dirimu itu perempuan , y ang bisa menjadi seorang lelaki. Yang bisa menjadi seperti perempuan lain tanpa harus menjadi seperti yang lain. Dengan caramu, dengan segala yang dirimu punya. Mama, nama yang kusebut selalu saat jauh maupun dekat. Bagiku, berada di dekatmu adalah sebuah keharusan. Segala pedih perih hilang seketika ketika belaian tanganmu memainkan rambutku. Baca Juga:  Jejak Kaki Siapa Itu? Suatu hari yang ja...

Tentang Kehilangan Yang Meninggalkan Luka

Ilustrasi:  Pixabay Saya pernah kehilangan seseorang yang dulunya saya kagumi dan saya banggakan. Yang saya cintai yang saya sayangi. Iya, benar. Saya alami itu. Teman saya bercerita dengan serius. Saya juga dengar dengan serius. Iya, sebagai teman. Saya dan juga Anda harus berani ambil sikap untuk menjadi pendengar tanpa harus membantah. Biarkan dia bercerita sepuasnya. Biarkan unek-uneknya ke luar. Ia diam sejenak. Lalu melanjutkan lagi.  Kami memulai sebuah hubungan karena suka sama suka dan atas dasar cinta yang sama. Cinta, ya, cinta. Lagi dan lagi karena cinta, kami disatukan. Kami berencana untuk tidak memberitahu siapa pun tentang hubungan kami ini. Juga tidak kepada orang tua kami. Kami sepakat dan dalam kesepakatan itu kami berjanji untuk tidak melakukan sebuah hubungan yang laiknya pasutri baru. Namun, akhirnya kami jatuh juga dalam sebuah cinta yang erotis. Cinta yang datang karena nafsu. Kami tuntaskan itu dengan penuh sungguh. Penuh seluruh dan tan...